Berita Politik NTB

HUT ke-8 Partai Perindo: Kader Gelar Ekspedisi Selamatkan Jajanan Tradisional

DPW Partai Perindo NTB menggelar ekspedisi jajanan khas Bumi Gora yang kini mulai tergerus zaman.

Penulis: Lalu Helmi | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
TRIBUNLOMBOK.COM/Laelatunni'am
HUT ke-8 Partai Perindo: Kader Gelar Ekspedisi Selamatkan Jajanan Tradisional - Ilustrasi bentuk jajanan tradisional khas Sasak yang dijual di Pasar Dasan Agung Kota Mataram, Minggu (31/7/2022). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Lalu Helmi

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Sebagai bagian dari perayaan peringatan HUT ke-8 Partai Perindo pada 8 Oktober 2022, DPW Partai Perindo NTB menggelar ekspedisi jajanan khas Bumi Gora yang kini mulai tergerus zaman.

Partai Perindo ingin membuka mata generasi muda, betapa Bumi Gora memiliki kudapan yang tiada tara.

Kudapan-kudapan yang terlahir dari kekayaan dan keragaman budaya warga NTB semenjak masa lampau.

“Kami meyakini bahwa pada setiap kudapan tradisional yang kita miliki, pasti ada 1.000 cerita di baliknya,” kata Ketua DPW Partai Perindo NTB Lalu Athari Fathullah, di Mataram, Sabtu (8/10/2022).

Baca juga: APJI NTB Bahas UMKM Kuliner di Loang Baloq ‘Harus Naik Kelas’

Sebelum ekspedisi jajanan khas mulai digelar, sejumlah rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-8 Partai Perindo telah dilakukan pihaknya.

Pada Jumat (7/10/2022), Partai Perindo NTB telah menyalurkan sumbangan donasi untuk pedagang kecil dan masyarakat kurang mampu.

Pembagian donasi langsung Athar dengan didampingi Sekretaris Perindo NTB Abdul Majid dan Bendahara Perindo NTB , Zumroni Muhammad.

"Melalui donasi ini Partai Perindo NTB ingin mengajak seluruh komponen untuk berbagi beban kehidupan sekaligus memberikan spirit saling memanusiakan antar sesama," kata Bendahara Perindo NTB, Zumroni Muhammad.

Baca juga: Sambut WSBK Mandalika 2022, Kota Mataram Siapkan Festival Kuliner

Sementara itu, terkait ekspedisi jajanan khas Bumi Gora, lanjut Athar berangkat dari kerisauan Partai Perindo manakala jajanan tradisional NTB sampai terlupakan.

Jajanan-jajanan tradisional tersebut seolah tenggelam oleh menjamurnya waralaba-waralaba yang memakai brand luar negeri.

Akibatnya, generasi masa kini, labih akrab misalnya dengan burger, ketimbang makanan dari daerahnya sendiri.

Perindo NTB berikan sumbangan kepada pelaku UMKM saat momen perayaan HUT ke-8 Partai Perindo.
Perindo NTB berikan sumbangan kepada pelaku UMKM saat momen perayaan HUT ke-8 Partai Perindo. (Dok. Istimewa)

Dia memberi contoh, mungkin banyak anak-anak muda di NTB yang tahu dan pernah melihat jaje tujak dan poteng, penganan khas masyarakat Suku Sasak di Pulau Lombok.

Namun, Athar meyakini, tak banyak di antara anak-anak muda tersebut yang mengetahui bagaimana jaje tujak dan poteng tersebut diolah dan dibuatkan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved