NTB
Harga Pupuk Melejit, Petani Nanas di Lombok Timur Menjerit
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Wahyu Widiyantoro
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Petani nanas di Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur mengeluhkan harga pupuk yang kian melambung tinggi di tahun ini.
Terlebih lagi, kenaikan harga pupuk ini tidak berdampak besar terhadap penjualan nanas.
Seorang petani nanas di Lombok Timur Inaq Fit menceritakan bahwa dia dilema dengan harga pupuk yang semakin melambung.
Baca juga: Kondisi Memprihatinkan, Tiga Madrasah NW dan NWDI di Lombok Timur Dapat Kucuran Dana Rehab
Apalagi petani nanas tidak mendapat bantuan pupuk subsidi.
"Saat ini banyak petani yang tidak menanam nanas karena mahalnya harga pupuk," ucapnya kepada TribunLombok.com, Jumat (7/10/2022).
Saat ini dia membeli pupuk seharga Rp600 ribu per kwintalnya.
Sebelumnya ia membeli pupuk hanya seharga Rp250 ribu per kwintalnya.
"Kita harus memupuk 2 kali dalam sekali tanam dan lama panen nanas pun lama yakni satu setengah tahun," jelasnya.
Di tempat terpisah, petani nanas lainnya Fatma mengungkapkan dirinya mulai meninggalkan bertani buah tropis ini.
Kenaikan harga pupuk tak sebanding dengan meningkatnya harga nanas.
"Kenaikannya cuma sedikit, terus omzet yang kita dapat juga menurun karena lebih banyak biaya habis untuk perawatannya," ungkapnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/petani-nanas-lombok-timur.jpg)