Berita Viral

Profil Ade Armando yang Bela Polisi dan Sebut Aremania Preman, Ternyata Doktor Universitas Indonesia

Belakangan nama Ade Armando menjadi perhatian banyak kalangan karena sikapnya membela kepolisian dalam tragedi Kanjuruhan.

Reza Deni (Tribunnews)
Profil Ade Armando yang Sebut Aremania Preman dan Bela Polisi, Ternyata Doktor Universitas Indonesia - Wawancara Ade Armando sebelum kericuhan. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Ade Armando adalah seorang akademisi Universitas Indonesia yang aktif bersuara atas masalah-masalah sosial terkini melalui media sosial.

Ade Armando bahkan kerap dijuluki doktor medsos (media sosial) oleh warganet karena status pendidikannya yang tinggi, namun tetap mau aktif bersuara melalui medium sederhana.

Ade Armando pernah menjadi anggota Komisi Penyiaran Indonesia (2004-2007) yang membuatnya juga banyak terlibat dalam pembahasan-pembahasan berkaitan dengan penyiaran.

Semasa menjadi mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Indonesia Ade aktif bergiat di pers mahasiswa, yakni Warta UI.

Baca juga: Pengertian Minute of Silence, Kebijakan UEFA untuk Tragedi Kanjuruhan

Mendalami keilmuan, Ade kemudian melanjutkan jenjang pendidikan mengejar gelar master of science di Universitas Negeri Florida pada tahun 1991.

Namun Ade sudah menjadi dosen tetap PNS FISIP UI setahun sebelumnya, pada tahun 1990.

Pada tahun 2006, ia kemudian meraih gelar doktor dari Universitas Indonesia.

Selain di kampus, Ade kerap melayangkan tulisan-tulisan kritis saat menjadi wartawan majalah Prisma (1988-1989) dan Redaktur Penerbit Buku LP3ES (LP3ES).

Baca juga: Tragedi Kanjuruhan, Pengamat Ajak Publik Tak Saling Menyalahkan: Tunggu Hasil Investigasi

Pada tahun 1993, Ade kemudian menjadi redaktur Republika, namun tak lama kemudian keluar karena intervensi Orde Baru.

Belakangan nama Ade Armando menjadi perhatian banyak kalangan karena sikapnya yang dianggap membela kepolisian dalam tragedi Kanjuruhan tidak tepat.

Melalui pernyataan yang ditayangkan di media sosial, Ade Armando menyebut polisi telah melakukan tugasnya dengan benar dan Aremania justru yang bertindak sok jagoan.

"Bahwa pangkal persoalan adalah kelakuan sebagian supporter Arema yang menyerbu lapangan," kata Ade Armando, sebagaimana diktuip Serambinews.com.

Ia bahkan menyebut Aremania telah melakukan aksi premanisme.

"Mereka sombong, bergaya preman, menantang, merusak dan menyerang. Gara-gara merekalah tragedi itu terjadi," sambungnya.

Kemudian ia melontarkan pertanyaan, yang akhirnya menjadi kontroversi di dunia maya.

"Apakah polisi memukul supporter, menganiaya, menembaki para pendukung Arema? Sama sekali tidak ada," ujar Ade Armando.

 

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved