Marak Penipuan Jaminan Kesehatan di ASN, PT Taspen Cabang Mataram Kenalkan TOS

Penipuan jaminan kesehatan kepada Apratur Sipil Negara (ASN) di Provinsi NTB kian marak.

TribunLombok/Jimmy Sucipto
Ketua PT Taspen Cabang Mataram, Theresia FJ Lumingkewas, saat mengimbau masyarakat terkait pentingnya mengenali modus penipuan pencairan jaminan kesehatan oleh ASN, dan menggunakan aplikasi TOS, Rabu (5/10/2022). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Jimmy Sucipto

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Penipuan jaminan kesehatan kepada Apratur Sipil Negara (ASN) di Provinsi NTB kian marak.

Bahkan hampir setiap hari laporan penipuan yang dilaporkan oleh ASN terkait klaim asuransi jaminan kesehatan masuk ke PT Taspen Cabang Mataram.

Baik penipuan atau pun pungutan liar oleh calo, kerap menyasar ke ASN yang akan melakukan klaim asuransi jiwanya.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua PT Taspen Cabang Mataram, Theresia FJ Lumingkewas, saat konferensi pers di Kantor BPJS Kesehatan cabang Mataram, Rabu (5/10/2022).

Dalam menjawab hal tersebut, Theresia yang akrab disapa Tessa mengimbau agar ASN menggunakan aplikasi mobile milik PT Taspen Persero untuk mengklaim asuransi jaminan kesehatan.

Yakni menggunakan aplikasi mobile Taspen One Hour Service (TOS), milik PT Taspen Persero, di Google Play.

Dalam menggunakan aplikasi TOS, diharapkan ASN-ASN tidak tertipu lagi dengan para oknum maupun calo yang meminta biaya atau melakukan pungutan liar.

Baca juga: Penipuan Berkedok Bansos Saat Pilkada di Mataram dan Lombok Utara Terkuak, Korban Rugi Rp 930 Juta

"Penipuan dan pungli ini kerap terjadi di Sumbawa, Dompu dan Bima. Kami harap mereka lebih teliti lagi dan menggunakan TOS," terang Tessa.

Dalam modus penipuan nya, tujuan pencairan ASN yang seharusnya diwakili oleh ahli waris, diwakili oleh calo.

Begitupun saat pencarian, yang seharusnya hal milik ahli waris, diubah oleh si calo, menuju alamat milik calo itu sendiri.

"Kan lumayan tuh yang seharusnya Rp25 Juta, tapi malah raib diambil oleh calo. Dan saat yang bersangkutan ingin melakukan pencairan, uangnya malah sudah tidak ada," Kata Tessa.

Dalam menutup pembicaraan, Tessa mengimbau agar ASN lebih berhati-hati, dan lebih cermat.

Khususnya menggunakan aplikasi TOS dalam pencairan jaminan kesehatan.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved