Tragedi Kanjuruhan

Kapolri Sebut 11 Anggota Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Tribun Penonton

Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo mengakui 11 anggotanya menembakkan gas air mata ke tribun penonton dalam tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022).

Editor: Sirtupillaili
(Tribun Jatim/Purwanto)
Suporter Arema FC, Aremania turun ke dalam stadion usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Aremania meluapkan kekecewaannya dengan turun dan masuk kedalam stadion usai tim kesayangannya kalah melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3. Seorang bocah usia 11 tahun harus kehilangan dua orang tuanya sekaligus dalam tragedi Kanjuruhan ini. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo menyebut 11 anggota polisi menembakkan gas air mata ke tribun penonton dalam tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022).

Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo dalam keterangan persnya mengakui, penembakan gas air mata tersebut membuat penonton panik dan berusaha meninggalkan Stadion Kanjuruhan, malam itu.

Penembakan gas air mata awalnya dilakukan untuk mencegah penonton masuk ke lapangan, sayangnya hal itu berujung petaka.

Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, dengan situasi yang semakin tidak terkendali, jumlah penonton yang turun ke lapangan terus bertambah, beberapa personel akhirnya menggunakan gas air mata.

"Ada 11 personel menembakkan gas air mata. Ke (arah) tribun selatan 7 tembakan, tribun utara 1 tembakan, dan ke lapangan 3 tembekan," jelas Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo.

Inilah yang membuat penonton yang ada bagian tribun panik terkena gas air mata.

Baca juga: Daftar 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Apa Kesalahan PT LIB Akhmad Hadian Lukita?

Kemudian para penonton berusaha meninggalkan arena secepatnya.

"Di satu sisi tembakan tersebut dimaksud untuk mencegah penonton turun ke lapangan," katanya.

Saat penonton yang berusaha keluar, khususnya di pintu 3, 11, 13 dan 14 sedikit mengalami kendala.

Seharunya 5 menit sebelum pertandingan berakhir seluruh pintu stadion dibuka.

Namun saat itu pintu dibuka tapi tidak sepenuhnya dan penjaga pintu tidak ada di tempat.

"Harusnya penjaga pintu ada di tempat sampai pertandingan selesai," kata Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo.

Baca juga: Profil Dirut PT LIB Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Pernah Jadi Presiden Indonesia F1 Society

Kemudian di jalur pintu keluar terdapat besi melintang sekitar yang mengakibatkan penonton terhambat saat melewati pintu tersebut.

Sehingga kemudian terjadi desak-desakan dan hambatan untuk keluar selama 20 menit.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lombok
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved