Berita Bima

Minim Laporan Masyarakat, Bawaslu Bima Tingkatkan Pengawasan Partisipatif Pemilu 2024

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bima akan meningkatkan pengawasan partisipatif dalam menghadapi Pemilu serentak tahun 2024.

Penulis: Atina | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
TRIBUNLOMBOK.COM/ATINA
Minim Laporan Masyarakat, Bawaslu Bima Tingkatkan Pengawasan Partisipatif Pemilu 2024 - Sosialisasi yang digelar Bawaslu Kabupaten Bima, di sebuah hotel di Kota Bima pada Kamis (29/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina

TRIBUNLOMBOK.COM, BIMA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bima akan meningkatkan pengawasan partisipatif dalam menghadapi Pemilu serentak tahun 2024.

Pasalnya saat Pemilu 2019 dan Pilkada 2020 sebelumnya, minim laporan dugaan pelanggaran dari masyarakat ke Bawaslu Kabupaten Bima.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bima, Abdullah mengungkapkan, saat Pilkada tahun 2020 kemarin, pihaknya memproses 20 dugaan pelanggaran.

Rata-rata pelanggaran yang diproses itu merupakan hasil temuan Bawaslu setempat.

Baca juga: Profil Itratip, Anak Kampung dari Lombok Utara yang Kini Jadi Ketua Bawaslu NTB

"Pelanggaran Pileg dan Pilkada selama ini kebanyakan hasil temuan. Sementara laporan dari masyarakat sangat minim," katanya saat membuka sosialisasi pengawasan partisipatif dalam menghadapi pemilu serentak tahun 2024, Kamis (29/9/2022).

Pria yang akrab disapa Ebit ini, menginginkan warga berbagai elemen agar aktif melakukan pengawasan Pemilu dan Pilkada.

Sebab yang mengawasi Pemilu tidak hanya tanggung jawab Bawaslu.

"Semua pihak punya tanggungjawab yang sama mengawasi pemilu dan pilkada yang Jurdil. Tidak hanya Bawaslu," katanya.

Baca juga: Itratip Terpilih Sebagai Ketua Bawaslu NTB 2022-2027

Ia mengaku pihaknya mendorong warga melakukan pengawasan partisipatif itu, lantaran menyadari jika Bawaslu memiliki banyak keterbatasan.

Seperti informasi dan jumlah personel. Untuk itu dibutuhkan peranan semua pihak.

"Luas wilayah dan banyaknya jumlah pemilih tidak memungkinkan bagi Bawaslu untuk efektif melakukan pengawasan," ujarnya.

Selain itu, Ebit mengaku pihaknya terus menggenjot agar tingkat pengawasan partisipatif meningkat saat Pemilu serentak 2024 mendatang.

Satu di antaranya, rutin menggelar pertemuan dengan OKP, ormas, media massa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda hingga tokoh Agama.

"Kita ingin semua pihak menjadi bagian mengawal dan mengawasi dalam menghadapi pemilu serentak 2024 mendatang," katanya.

Selain itu, Ebit juga ingin agar semua pihak mengajak dan membantu Bawaslu untuk mengawasi tahapan-tahapan Pemilu 2024, yakni verifikasi administrasi dan faktual calon peserta Pemilu 2024 mendatang.

"Ini untuk kepentingan dan kebaikan kita bersama menuju Pemilu yang jujur, aman tanpa ada kecurangan atau pelanggaran," ujarnya.

Sosialisasi pengawasan partisipatif dalam menghadapi pemilu serentak tahun 2024 yang digelar Bawaslu, dihadiri perwakilan OKP, ormas, PWI, AJI, hingga unsur lainnya.

Sementara, narasumbernya yakni Ketua Bawaslu NTB periode 2017-2022, M. Khuwalid dan Dr Taufik Firmanto, Dekan Universitas Muhammadiyah Bima. (*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved