Kudeta Presiden China

Presiden China Xi Jinping Dikudeta? Jadi Tahanan Rumah dan Hadapi Kemarahan Kelas Menengah

Presiden China Xi Jinping dikabarkan dikudeta, saat ini dia dikabarkan menjadi tahanan rumah. Rumor ini membuat jagat dunia maya.

Editor: Sirtupillaili
Dok.Istimewa
Kloase foto Presiden China Presiden China Xi Jinping 

TRIBUNLOMBOK.COM - Kabar Presiden China Xi Jinping dikudeta hebohkan jagat media sosial di China.

Sejak kemarin, Presiden China Xi Jinping dikabarkan telah menjadi tahanan rumah dan tidak diizinkan keluar.

Kabar Presiden China Xi Jinping dikudeta diperkuat dengan pembatalan 9.000 penerbangan di seluruh daratan China.

Pada waktu yang bersamaan, layanan bus dan kereta api di sekitar Beijing juga ditangguhkan.

Tidak sampai di situ, spekulasi mengenai Presiden China Xi Jinping dikudeta dikuatkan dengan kemunculan video yang menunjukkan barisan kendaraan militer sepanjang 80 km mengarah ke Beijing.

Baca juga: China Investasi 2,2 Triliun Bangun Kereta Gantung Rinjani, Pemprov NTB Sebut Di Luar Kawasan TNGR

Sayangnya rekaman video tersebut belum dapat diverifikasi.

Hingga saat ini keberadaan Presiden China Xi Jinping masih dipertanyakan.

Dikutip dari Tribunnews sebagaimana dilansir Asia Markets, Presiden China Xi Jinping terakhir terlihat di publik saat berada di Samarkand, Uzbekistan untuk menghadiri KTT Kepala Negara Organisasi Kerjasama Shanghai.

Kementerian Luar Negeri China sebelumnya membagikan foto Presiden China Xi Jinping saat mendarat di bandara Samarkand pada 14 September 2022.

Sementara KTT tersebut berakhir pada 16 September 2022.

Baca juga: NTB dan China Perkuat Kerjasama: dari Kereta Gantung Rinjani hingga Penerbangan China - Lombok

Beberapa hari kemudian, banyak pengamat China dikejutkan dengan ketidakhadiran Presiden China Xi Jinping di Seminar Pertahanan Nasional dan Reformasi Militer China.

Bersamaan dengan itu, nama Jenderal Tentara Pembebasan Rakyat China, Li Qiaoming mulai mencuat.

Kondisi ini mengudang komentar para pengamat di China.

"Li Qiaoming, mantan komandan Komando Teater Utara, yang sebelumnya diberhentikan dan dikabarkan telah berpartisipasi dalam 'pemberontakan', tampil menonjol dan difoto duduk di barisan depan pertemuan di sebelah Liu Zhenli, komandan Tentara Komunis Tiongkok," ujar komentator politik Tiongkok, Liu Fangli dan Liang Xin.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lombok
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved