Berita Kota Bima

Miliki Bukti Baru, PH Ajukan PK Atas Vonis Bersalah Terhadap Wakil Wali Kota Bima

Penasehat Hukum (PH) Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, akan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA).

Penulis: Atina | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
Dok. Istimewa
Miliki Bukti Baru, PH Ajukan PK Atas Vonis Bersalah Terhadap Wakil Wali Kota Bima - Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan yang kini menghadapi vonis penjara 6 bulan dan denda Rp1 miliar oleh Mahkamah Agung (MA) Indonesia, atas dakwaan pengelolaan lingkungan hidup tanpa izin. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Penasehat Hukum (PH) Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, akan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA).

PK ini sebagai upaya hukum terakhir, yang akan ditempuh dalam menghadapi dakwaan pengelolaan lingkungan hidup tanpa izin di Lingkungan Bonto, Kecamatan Asakota, Kota Bima.

PH Bambang Purwanto mengatakan, akan segera mengajukan Peninjauan Kembali (PK).

Dia menegaskan, putusan kasasi tersebut belum inkrah atau belum berkekuatan hukum tetap.

Baca juga: Intip Pit Building Sirkuit Mandalika: Bangunan Modular Bisa Dibongkar Pasang dan Ramah Lingkungan

Pasalnya sampai dengan saat ini, salinan putusan resmi dari Mahkamah Agung tingkat kasasi, belum diterima oleh PH.

"Bahkan setelah kami konfirmasi di Pengadilan Negeri Bima pada tanggal 22 September 2022, salinan putusan resmi tersebut belum ada," ungkapnya, Jumat (23/9/2022).

Untuk itu, langkah PK akan segera diambil sesuai dengan aturan yang berlaku.

Saat ini tambahnya, Tim PH sedang menyiapkan memori permohonan PK ke MA agar sesegera mungkin diajukan.

Baca juga: Demo Tolak Kenaikan BBM di Kota Bima Diakhiri Pungut Sampah Mahasiswa dan Aparat

Ditanya apakah ada novum atau alat bukti baru?

Bambang mengaku ada, namun enggan mengungkap karena hanya internal PH yang tahu.

Ia juga memastikan, upaya PK yang akan ditempuh oleh PH tidak akan menghalangi putusan tingkat kasasi.

Termasuk eksekusi yang akan segera dilakukan pihak Kejaksaan Negeri Bima.

Untuk diketahui, Wakil Wali (wawali) Kota Bima Feri Sofiyan didakwa telah melakukan pengelolaan lingkungan hidup tanpa izin di sepadan laut, yang ada di Lingkungan Bonto Kecamatan Asakota Kota Bima.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved