Berita Mataram

NTB Diprediksi Alami Inflasi Didorong Sektor Transportasi, Pengamat: Antisipasi Harga Sembako Naik

Inflasi di NTB akan terjadi karena kondisi sektor transportasi saat ini sebagi pendorongnya

Penulis: Laelatunni'am | Editor: Wahyu Widiyantoro
Istimewa/KPw BI NTB
Produk hortikultura (cabai rawit) yang diperjualkan di Operasi Pasar Murah, dan di bayar menggunakan QRIS. Inflasi di NTB akan terjadi karena kondisi sektor transportasi saat ini sebagi pendorongnya. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Laelatunni'am

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pengamat Ekonomi Universitas Mataram Iwan Harsono memprediksi inflasi di NTB akan kembali terjadi beberapa bulan ke depan imbas dari kenaikan harga BBM.

Harsono tidak menyebut berapa persen inflasi yang akan terjadi, namun dipastikan inflasi akan terjadi karena kondisi sektor transportasi saat ini sebagi pendorong terjadinya inflasi.

"Sekarang semua orang lagi bicarain kenaikan harga, tarif penyeberangan laut, darat semua mau naik," paparnya, Kamis (22/9/2022).

Harsono memberi saran kepada Pemerintah Kota Mataram untuk menyentuh kebutuhan pokok rumah tangga masyarakat.

Baca juga: Harga BBM Naik, Sri Mulyani: Kita Akan Memantau Dampak Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Dinas Pertanian diharapkan untuk menjaga harga Sembako solusi mengendalikan melonjaknya permintaan.

"Kalau BBM itu kan diatur Pusat, nah Pemkot bisa antisipasi pada kebutuhan pokok seperti cabai dan lain-lain. Minta lah Dinas Pertanian itu untuk bagi-bagi bibit cabai supaya masyarakat tanam sendiri. Itu kan bisa mengurangi permintaan pasar," terangnya.

Berdasarkan data Bank Indonesia Perwakilan NTB (BI NTB) triwulan II 2022, Provinsi NTB secara tahunan mengalami inflasi sebesar 5,37 persen year on year (yoy).

Kemudian, tekanan inflasi triwulan II 2022 tercatat lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya, yaitu mengalami inflasi sebesar 2,49 persen (yoy).

Keduanya sama-sama disebabkan oleh sektor transportasi, utamanya waktu terkait bersumber dari kenaikan tarif angkutan udara.

Adapun tekanan inflasi pada triwulan III 2022, BI NTB memperkirakan di atas rentang target inflasi nasional yakni 3±1 persen (yoy).

Perkiraan ini beriringan kenaikan harga komoditas global dan potensi adanya kebijakan penyesuaian tarif untuk sejumlah komoditas.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved