DPRD Sumbawa Barat

Fraksi Demokrat Soroti Lemahnya Daya Beli Masyarakat Sumbawa Barat Akibat Kenaikan Harga BBM

Fraksi Gerakan Demokrat DPRD Sumbawa Barat soroti melemah daya beli ekonomi masyarakat akibat kanaikan harga BBM.

Penulis: Galan Rezki Waskita | Editor: Dion DB Putra
TRIBUNLOMBOK.COM/AHMAD WAWAN SUGANDIKA
Ilustrasi. Mahasiswa di Kabupaten Lombok Timur menggelar aksi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM, Rabu (7/9/2022) lalu. 

TRIBUNLOMBOK.COM, SUMBAWA BARAT - Fraksi Gerakan Demokrat Karya Bangsa (F-GDKB) DPRD Sumbawa Barat beri catatan soal dampak kenaikan harga BBM serta ketersediaan bibit untuk petani.

Hal itu disampaikan dalam sidang paripurna terkait Raperda APBD Kabupaten Sumbawa Barat tahun anggaran 2023, Rabu (21/9/2022).

Baca juga: Pemda Kabupaten Sumbawa Barat Agar Prioritaskan Jalan Kabupaten dan Jalan Usaha Tani

Baca juga: Fraksi Restorasi Minta Pemda Sumbawa Barat Benahi Sistem Pengelolaan Pajak dan Retribusi

Dalam pandangan umumnya, Fraksi GDKB mengatakan, kenaikan harga BBM memincu terjadinya penurunan daya beli masyarakat Sumbawa Barat.

Kenaikan harga BBM selalu mendorong peningkatan harga bahan kebutuhan pokok.

Fraksi tersebut menilai dampak ikutannya adalah menurunkan tingkat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sumbawa Barat.

Untuk itu, Fraksi GDKB mempertanyakan langkah Pemda Kabupaten Sumbawa Barat menyikapi persoalan tersebut.

"Apa langkah konkrit yang telah atau akan dilakukan Pemda dalam meningkatkan daya beli masyarakat kembali," demikian pertanyaan wakil Fraksi GDKB dalam sidang paripurna tersebut.

Fraksi Gerakan Demokrat pun memberi catatan soal keterdiaan bibit bagi petahi menjelang musim tanam beberapa bulan ke depan.

Mereka memohon penjelasan pemerintah daerah ikhwal ketersediaan pupuk, bibit padi, bibit jagung dan lainnya. (*)

 

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved