Kasus Korupsi NTB

Ditahan, Tersangka Korupsi Bansos Kebakaran di Bima Terancam Pidana Seumur Hidup

Tersangka kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) kebakaran di Bima, Sirajudin telah ditahan pada Rabu (21/9/2022).

Penulis: Atina | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
TRIBUNLOMBOK.COM/ATINA
Tersangka Sirajudin, saat duduk menyandarkan kepala di ruang pemeriksaan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bima, Rabu (21/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Tersangka kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) kebakaran di Bima, Sirajudin telah ditahan pada Rabu (21/9/2022).

Sirajudin disangkakan dengan pasal 11 atau pasal 12 e UU Tipikor, yang mana pada 2 pasal tersebut memiliki ancaman hukuman yang berbeda.

Diberitakan, Sirajudin juga terancam pidana seumur hidup.

"Pasal yang kami sangkakan itu pasal 11 atau pasal 12 e undang-undang Tipikor," ungkap Kepala Seksi (Kasi) Intelkam Kejaksaan Negeri (Kejari) Bima, Andi Sudirman pada Rabu (21/9/2022).

Baca juga: Jaksa Tahan Tersangka Korupsi Bansos Kebakaran di Bima Sirajudin di Rutan Polres

Sudirman menjelaskan, Sirajudin ditahan terhitung sejak 21 September hingga 10 Oktober 2022 mendatang.

"Artinya, selama 20 hari ke depan. Kami titip di Rutan Polres Bima Kabupaten," tambahnya.

Merujuk pada UU Tipikor Nomor 20 tahun 2001, pasal 11 UU Tipikor ini berbunyi, pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji padahal diketahui atau patut diduga, bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya, atau yang menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungan dengan jabatannya.

Jika melanggar pasal ini, maka ancaman pidananya paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan atau pidana denda paling sedikit Rp50.000.000 dan paling banyak Rp250.000.000.

Baca juga: Tersangka Korupsi Bansos Kebakaran di Bima Sirajudin Ditahan Jaksa

Sementara itu, pasal 12 e berbunyi, pegawai negeri atau penyelenggara negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved