Berita Mataram

Warga Kota Mataram Tebang Pohon Sembarangan Bisa Disanksi Ganti Tanam Kembali

Perda Kota Mataram tentang Perlindungan Pohon mengatur sanksi mengganti tanam dari setiap pohon yang ditebang

Penulis: Laelatunni'am | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM/Laelatunni'am
Penampakan pohon tabebuya di Jalan Pendidikan, Kota Mataram, Selasa (30/8/2022). Perda Kota Mataram tentang Perlindungan Pohon mengatur sanksi mengganti tanam dari setiap pohon yang ditebang. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Laelatunni'am

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, H M Kemal Islam mengapresiasi Perda perlindungan pohon yang telah disahkan dalam rapat paripurna DPRD beberapa waktu lalu.

Setiap warga Kota Mataram yang menebang pohon sembarangan dapat disanksi dengan wajib menanam lebih banyak hingga 15 kali lipat dari setiap batang yang ditebang.

Menurut Kemal, Perda ini sudah selayaknya ada sehingga dapat mencegah, membatasi kerusakan pohon, dan dapat menjaga keberadaan dan kelestarian pohon di Kota Mataram.

Setelah disahkannya Perda ini, masyarakat tidak bisa semena-mena menebang pohon sembarangan di area publik.

Baca juga: Polresta Mataram Tangkap 137 Maling Dalam 2 Minggu

"Kalau itu terjadi, akan kena sanksi," tegas Kemal.

Masyarakat yang menebang akan dikenakan sanksi dengan penanaman pohon sebagai ganti.

Setiap pohon yang ditebang dengan lingkar batang 30 sentimeter, maka diganti dengan menanam 15 pohon dengan tinggi minimal tiga sentimeter dan lingkar batang minimal 15 sentimeter.

Kemudian untuk pohon dengan lingkar batang 30 sentimeter, maka diganti dengan 30 pohon dengan lingkar batang minimal 15 sentimeter.

Sanksi menebang pohon ini ditujukan supaya masyarakat tidak sembarang menebang pohon.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved