Berita Lombok Timur

Jalan Penghubung Desa Darmasari dan Desa Kabar Akhirnya Diperbaiki, Masyarakat Minta Aspal Dihotmix

Jalan penghubung antara Desa Darmasari, Kecamatan Sikur dan Desa Kabar Kecamatan Sakra akhirnya mendapat perhatian pemerintah.

TRIBUNLOMBOK.COM/AHMAD WAWAN SUGANDIKA
Jalan Penghubung Desa Darmasari dan Desa Kabar Akhirnya Diperbaiki, Masyarakat Minta Aspal Dihotmix - Ilustrasi kendaraan berat terparkir di pinggir jalan di Lombok Timur. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Jalan penghubung antara Desa Darmasari, Kecamatan Sikur dan Desa Kabar Kecamatan Sakra akhirnya mendapat perhatian pemerintah.

Sebelumnya, jalan penghubung antar dua desa itu diketahui sudah tidak layak untuk dilalui kendaraan karena kondisinya yang rusak.

Belakangan, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Timur telah menindak lanjuti lokasi sebagai agenda pembenahan jalan.

Namun demikian, ruas jalan ini adalah jalan tanpa status.

Baca juga: Jemaah Padati Pengajian Akbar Hizbullah NW di Lombok Timur yang Dihadiri Ulama Makkah

Artinya, yang memiliki tanggung jawab pertama untuk menangani kerusakan adalah pemerintah desa bersangkutan.

Tak ketemu jalan tengah, Pemda Lombok Timur Pemda Lombok Timur melalui Dinas PUPR pun harus turun tangan.

Kendati sudah diperbaiki, tak lantas membuat masyarakat merasa puas.

Musababnya adalah, masyarakat mendesak perbaikan jalan tersebut menggunakan hotmix, sebagaimana jalan lain yang baru diperbaiki.

Baca juga: Pembangunan Kawasan Industri Tembakau di Lombok Timur, Sekda: Kebijakan Realistis Dongkrak DBHCHT

Demikian salah satu warga masyarakat yang rumahnya berdekatan dengan jalan tersebut yakni Zainul Muttaqin, Ketua Umum Rinjani Foundation menuangkan kekecewaannya kepada TribunLombok.com, Senin (19/9/2022) lantaran ruas jalan Darmasari-Kabar hanya menggunakan lapen.

"Berkaca dari jalan yang diperbaiki tahun ini, rata-rata menggunakan hotmix, masak jalan yang sering dilalui hanya di lapen," keluh Bung Zainul, begitu sapaan akrabnya.

Tak sampai di situ, pria yang aktif di bidang sosial kemanusiaan itu juga mengklaim bahwa jalan tersebut sudah banyak memakan korban, sehingga hemat dia harus dihotmix, mengingat jalan tersebut merupakan akses terdekat untuk pelayanan kesehatan.

"Jalan ini saking lamanya tidak tersentuh perbaikan banyak pengguna jalan berjatuhan," cetusnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Timur, Ir Marhaban saat dihubungi menyatakan, jalan tersebut sampai saat ini belum memiliki status, sehingga tidak menggunakan aspal hotmix.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved