Berita Viral

Jadi Tersangka Penipuan, Ketua BPPD Lombok Tengah Masih Eksis di Media Sosial

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Tengah, IW telah ditetapkan menjadi tersangka sejak beberapa waktu lalu oleh Polda NTB.

Penulis: Jimmy Sucipto | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
Tribunlombok.com/Sinto
Jadi Tersangka Penipuan, Ketua BPPD Lombok Tengah Masih Eksis di Media Sosial - Suasana Penonton MotoGP Mandalika di Premium Grandstand Zona B Sirkuit Mandalika saat gelaran Pertamina Grand Prix Of Indonesia 2022 beberapa waktu yang lalu. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Jimmy Sucipto

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Tengah, IW telah ditetapkan menjadi tersangka sejak beberapa waktu lalu oleh Polda NTB.

IW harus berurusan dengan gelanggang hukum setelah diduga terlibat dalam kasus penipuan tiket MotoGP Mandalika 2022.

Meski demikian, IW masih terpantau aktif di media sosial Instagram.

Padahal sebelumnya, IW sudah ditangkap dan diperiksa selama 1x24 jam.

Baca juga: Bawahan Tersandung Pidana Korupsi, Bupati Bima: Kita Tidak Bisa Menutupi

Tangkapan layar tersangka penipuan tiket MotoGP Mandalika 2022, Ketua BPPD Lombok Tengah, IW.
Tangkapan layar tersangka penipuan tiket MotoGP Mandalika 2022, Ketua BPPD Lombok Tengah, IW. (Dok. Istimewa)

Mengenai hal itu, Dir Reskrimum Polda NTB, Kombes Pol Teddy Ristiawan, telah memberikan keterangan tambahan kepada Tribunlombok.com, Sabtu (17/9/2022).

Teddy Ristiawan mengatakan, tidak ada penahanan yang dilakukan terhadap IW.

“Tidak ditahan, hanya wajib lapor saja,” ungkap Teddy.

“Itu semua merupakan berbagai pertimbangan dan kebijakan penyidik. Bahwa dia tidak ditahan namun wajib lapor,” ungkap Teddy.

Baca juga: Tersangka Korupsi Bansos Diperiksa Hari Ini, Sirajudin : Saya Sedang Ada Urusan 

Teddy menjelaskan, pihaknya akan terus mendalami berbagai bukti penipuan lainnya.

“Memang ada aduan yang masuk, tiga di Polda NTB dan satu di Polresta. Tapi masih kami lakukan penyelidikan ya,” kata Teddy.

Dan Teddy menutup pembicaraan dengan menjelaskan soal restorative justice.

“Kalau keduanya mau berdamai, bisa saja kita tutup kasusnya. Tapi kalau korban tidak mau, ya akan kami lanjutkan proses hukumnya,” tandas Kombes Pol Teddy Ristiawan.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved