Berita Kota Mataram

Memanas Selama Aksi, Mahasiswa Merangkul Polisi Saat Membubarkan Diri

Suasana di lapangan aksi semakin memanas setelah mahasiswa dan polisi saling dorong hingga beberapa di antara mereka terinjak-injak.

Penulis: Jimmy Sucipto | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
Dok Humas Polresta Mararam
Memanas Selama Aksi, Mahasiswa Merangkul Polisi Saat Membubarkan Diri - Kapolresta Mataram, Kombes Pol Mustofa, yang berjalan bersama mahasiswa seusai demonstrasi di depan Kantor DPRD Provinsi NTB, Kamis (8/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Jimmy Sucipto

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Aksi tolak kenaikan harga BBM pada hari ketiga, Kamis (8/9/2022) di Kantor DPRD Provinsi NTB berujung memanas.

Empat orang diamankan tim kepolisian yang bertugas.

Tiga dilepas, satu ditahan lebih lama karena kedapatan membawa senjata tajam (sajam).

Suasana di lapangan aksi semakin memanas setelah mahasiswa dan polisi saling dorong hingga beberapa di antara mereka terinjak-injak.

Baca juga: Demo Tolak Kenaikan BBM di Mataram, Seorang Demonstran Ditangkap karena Bawa Senjata Tajam

Meski demikian, ketegangan itu segera melumer di penghujung hari.

Massa aksi dan tim kepolisian berdamai, berada dalam satu barisan.

Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustofa meminta anggotanya tetap bersikap humanis dan mengedepankan cara yang komunikatif.

Jumlah personel yang bertugas hari itu sebanyak 850 personel, gabungan Polda NTB dan Polresta Mataram.

Baca juga: Empat Gerbang Kantor DPRD NTB Rusak Karena Demo, Biaya Perbaikan Ditaksir Rp100 Juta

Mustofa menghimbau agar tim yang bertugas tetap berprinsip sesuai SOP dan tidak bertindak di luar komando.

Di sisi lain, ada 1000 mahasiswa yang harus diakomodir melakukan aksi.

Mereka terdiri dari aliansi mahasiswa HIMMAH NWDI Cabang Mataram, BEM UIN Mataram, dan UMMAT Cabang Mataram.

Aksi di depan Kantor Dewan NTB itu disaksikan dan dipantau langsung oleh Kapolda NTB Irjen Pol Drs Djoko Poerwanto bersama beberapa PJU Polda NTB.

"Alhamdulillah kesemuanya berakhir dengan baik tanpa ada mahasiswa dan petugas pengamanan yang menjadi korban,” ucapnya.

Sekitar pukul 13:00 WITA, para demonstran sudah mengurai.

Masing-masing kelompok mahasiswa telah mengkoordinir rekannya segera mundur.

Saat membubarkan diri, kelompok mahasiswa berjalan sambil saling rangkul dengan komandan pengamanan aksi demo, yaitu Kombes Pol Mustofa.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved