Berita Mataram

Mahasiswa Bawa Sajam saat Demo Harga BBM di Mataram Jadi Tersangka, Kini Ditahan

Seorang demonstran ditangkap karena terbukti membawa Sajam saat demo di Kantor DPRD NTB ini

Penulis: Jimmy Sucipto | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM/JIMMY SUCIPTO
Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustofa (kanan) dan didampingi Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa (Kiri) menunjukkan barang bukti senjata tajam yang disita dari massa aksi penolakan kenaikan harga BBM di depan Kantor DPRD Provinsi NTB, Kamis (8/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Jimmy Sucipto

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Polresta Mataram menetapkan salah seorang mahasiswa pembawa senjata tajam (Sajam) pada saat unjuk rasa kenaikan harga BBM hari ketiga, Kamis (8/9/2022) lalu.

"Sudah kami tetapkan tersangka dan prosesnya saat ini dalam sidik normatif," kata Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa, melalui WhatsApp, Jumat (9/9/2022).

Pamen melati satu ini menambahkan, kini mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Mataram inisial Is (19) ini masih menjalani pemeriksaan di Mapolresta Mataram.

Baca juga: Demo Tolak Kenaikan BBM di Mataram, Seorang Demonstran Ditangkap karena Bawa Senjata Tajam

"Untuk proses lebih lanjut kami lakukan penahanan. Saat ini masih diselidiki, termasuk apa motif dibawanya sajam itu," ucap Kadek.

Sebagai informasi, mahasiswa asal Desa Bugis, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima ini ditangkap karena terbukti membawa Sajam saat demo di Kantor DPRD NTB ini.

Saat kejadian, sempat terjadi kericuhan antara massa aksi dengan aparat kepolisian yang mengamankan demonstrasi.

Namun akhirnya, pemuda berbaju merah dengan postur sedang itu diamankan ke mobil dan dibawa ke kantor polisi.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved