Pemilu 2024

Bawaslu Prediksi Upaya Politisasi SARA pada Pemilu 2024 Tapi Pengawasan Terhambat Regulasi

Selain masalah penjelasan politik identitas, ada pula hambatan dalam pengawasannya berkaitan dengan regulasi

Istimewa
Kolase logo KPU dan Bawaslu. Selain masalah penjelasan politik identitas, ada pula hambatan dalam pengawasannya berkaitan dengan regulasi untuk menindak pelakunya apabila terjadi pada Pemilu 2024 mendatang. 

TRIBUNLOMBOK.COM, JAKARTA - Anggota Bawaslu Lolly Suhenty memprediksi politik identitas akan digunakan oleh oknum politisi pada Pemilu 2024.

Namun, perlu ada definisi tegas dan jelas mengenai politik identitas yang berpeluang mewarnai kontestasi Pilkada, Pileg, hingga Pilpres.

Defenisi politik identitas atau politisasi SARA, kata Lolly, sangat penting.

Terlebih hukum pemilu tidak memberi pengertian yang jelas apabila merujuk ke Pasal 280 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Baca juga: Bawaslu Waspadai ASN Ikut Politik Praktis di Pemilu dan Pilkada Serentak 2024

"Pasal yang mengatur hal ini hanya memuat tentang kampanye yang dilarang menghina, menghasut, mengadu domba, dan menggunakan kekerasan. Tidak ada defenisi dalam penjelasan UU Pemilu sebagai rujukan kita," terangnya di Jakarta, Kamis (8/9/2022) seperti dikutip dari laman resmi Bawaslu.

Selain masalah penjelasan politik identitas, lanjutnya, ada hambatan dalam pengawasan dugaan politik identitas.

Bawaslu mengawasi sesuatu yang diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

Lolly menjelaskan, Bawaslu harus memiliki rujukan jelas untuk mengawasi kampanye tanpa politik identitas.

Terlebih masyarakat memiliki harapan yang tinggi terhadap Bawaslu untuk mencegah dan menindak dugaan pelanggaran kampanye yang menggunakan politisasai SARA.

"Orang tidak pernah mau tahu kami dibatasi oleh regulasi, yang orang tahu tidak boleh ada politisasi SARA," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved