Sirkuit Mandalika

Bram: Pembatasan Akses Demi Menjaga Kualitas Sarana dan Prasarana Sirkuit Mandalika

Pihak Inaq Murdianto juga telah menerima uang bantuan untuk ongkos pindah dan info terakhir yang bersangkutan berencana pindah ke Dondon.

Penulis: Sinto | Editor: Dion DB Putra
TRIBUNLOMBOK.COM/SINTO
Managing Director The Mandalika Bram Subiandoro. Bram mengatakan pembatasan akses masyarakat guna menjaga kualitas sarana dan prasarana Sirkuit Mandalika. 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Sinto

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Managing Director The Mandalika Bram Subiandoro menanggapi keluhan 30 kepala keluarga di Dusun Ebunut, Desa Kuta, yang tidak diberikan akses melewati jalan terowongan di Sirkuit Mandalika.

Bram Subiandoro mengatakan, pengembangan kawasan The Mandalika oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selalu mementingkan kepentingan masyarakat.

Baca juga: Tangis Inaq Murdianto Tak Diberi Akses Terowongan Sirkuit Mandalika, Susah Payah Antar Anak Sekolah

ITDC selalu berupaya untuk memberikan manfaat positif bagi masyarakat desa penyangga.

"Pengembangan infrastruktur kawasan, khususnya jalan dalam kawasan The Mandalika telah direncanakan dan dibangun dengan memperhitungkan traffic serta alur mobilitas berdasarkan hasil studi yang komprehensif," jelas Bram Subiandoro, Selasa (6/9/2022).

Menurut Bram, ITDC telah menyediakan jalan akses dalam kawasan dengan kualitas sangat bagus yang dapat dan telah dimanfaatkan secara bebas oleh seluruh masyarakat.

Akses itu termasuk untuk warga Dusun Ebunut dan Ujung Lauk, untuk beraktivitas sehari-hari.

Sementara itu, lanjut Bram, khusus kawasan Pertamina Mandalika International Circuit, memohon maaf karena ITDC perlu memberlakukan pembatasan aktivitas.

Hal ini karena kawasan tersebut adalah aset negara dan termasuk Proyek Strategis Nasional sehingga kawasan sirkuit menjadi wilayah terbatas yang wajib dijaga keamanan dan ketertibannya.

"Pembatasan ini juga dalam rangka menjaga kualitas sarana dan prasarana sirkuit," kata Bram.

Bram menambahkan, Inaq Murdianto dulu tinggal di lahan yang telah dibebaskan.

Pihak Inaq Murdianto telah menerima uang bantuan untuk ongkos pindah dan info terakhir yang bersangkutan berencana pindah ke Dondon di Desa Mertak Kecamatan Pujut.

"Namun ternyata saat ini yang bersangkutan malah berpindah ke area Pantai Serenting (di luar area Sirkuit), yang merupakan HPL ITDC," demikian Bram.

Diwartakan sebelumnya, Inaq Murdianto dan warga Dusun Ebunut lainnya harus menempuh jalur lain yang jaraknya lebih jauh daripada jalur terowongan sirkuit.

Penutupan akses jalan masuk terowongan sirkuit menyebabkan masyarakat dusun Ebunut seringkali mengalami kesulitan dalam melakukan mobilitas dan aktivitas perekonomian.

Inaq Murdianto mengaku harus bangun subuh mengantar agar anaknya tidak telat sekolah.

Hal yang sama juga dirasakan warga dusun Ebunut lainnya. (*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved