Kenaikan BBM Memukul Sektor Pariwisata, Beberapa Solusi Bisa Dilakukan Pelaku Wisata

Para pelaku wisata perlu menyiapkan rencana mitigasi untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga BBM. Kenaikan BBM akan berdampak ke sektor pariwisata.

Editor: Sirtupillaili
Dok. Taufan Rahmadi
Pengamat pariwisata Taufan Rahmadi (kiri) bersama General Manager PT Angkasa Pura 1 Bandara Lombok Rahmat Adil Indrawan (kanan). 

TRIBUNLOMBOK.COM - Kenaikan harga bahan bakar (BBM) pasti berdampak pada semua sektor kehidupan, tidak terkecuali pariwisata.

Sektor pariwisata yang sudah babak belur akibat pandemi Covid-19, kini kembali akan terdampak kenaikan BBM.

Dalam situasi ini, pelaku wisata dituntut cepat beradaptasi agar tetap eksis.

Taufan Rahmadi, pengamat pariwisata mengatakan, kenaikan harga BBM akan berdampak pada kenaikan tarif kamar hotel, transportasi, bahan pokok, dan jasa layanan wisata lainnya.

Hal ini akan membuat banyak wisatawan nusantara mengurangi atau menunda rencana liburannya.

"Serta jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia terancam berkurang," kata Taufan Rahmadi, dalam keterangan tertulis, Selasa (6/9/2022).

Baca juga: Wisata Lombok, Ragam Aktivitas Wisata Seru di Gili Trawangan

Belajar dari kenaikan harga BBM selama ini, bukan hanya travel dan maskapai penerbangan yang menaikkan harga.

Para suplier juga akan akan menaikkan harga barang mereka.

"Karena biaya transportasi yang meningkat akibat kenaikan BBM," katanya.

Namun kenaikan ini bersifat sesaat, karena industri pariwisata maupun ekonomi kreatif seringkali terbukti cepat beradaptasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved