Jumat, 10 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Harga BBM Naik, Pengamat: Pemulihan Ekonomi Industri Pariwisata Terancam

Kenaikan harga BBM akan berdampak pada kenaikan tarif kamar hotel, transportasi, bahan pokok, dan jasa layanan wisata lainnya

Penulis: Sinto | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM/JIMMY SUCIPTO
Wisatawan di Gili Trawangan, Lombok Utara, Minggu (31/7/2022). Pengamat Pariwisata Nasional Taufan Rahmadi mengungkapkan dampak kenaikan harga BBM terhadap sektor pariwisata. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sinto

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Pengamat Pariwisata Nasional Taufan Rahmadi mengungkapkan dampak kenaikan harga BBM terhadap sektor pariwisata.

Pria yang pernah menjadi Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (BPPD NTB) selama tahun 2014-1016 ini mengungkapkan, kenaikan harga BBM akan berdampak pada kenaikan tarif kamar hotel, transportasi, bahan pokok, dan jasa layanan wisata lainnya.

Menurut Taufan, hal ini akan berdampak pada banyaknya wisatawan nusantara akan mengurangi dan menunda rencana liburannya.

Serta jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia terancam berkurang.

Baca juga: BBM Naik, Ini Saran TGB ke Presiden Jokowi: Dampak Negatifnya Harus Diminimalisir

Taufan menerangkan, belajar dari kenaikan harga BBM selama ini, bukan hanya travel dan maskapai penerbangan yang menaikkan harga.

Akan tetapi juga para supplier yang akan menaikkan harga karena biaya transportasi yang meningkat.

"Namun kenaikan ini bersifat sesaat karena baik di industri pariwisata maupun ekonomi kreatif seringkali terbukti cepat beradaptasi dan mempunyai solusi hingga dapat segera mengatasi dampak tersebut," jelas pria penulis buku protokol destinasi panduan pemulihan destinasi wisata di era new normal.

Taufan menerangkan, solusi yang bisa dilakukan adalah para pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif sudah harus mulai melakukan efisiensi pada biaya operasional.

"Pelaku industri pariwisata dapat menerapkan program green energi yang ramah lingkungan bagi para pelaku usaha hotel misalnya," kata Taufan.

Taufan Rahmadi percaya, pariwisata yang berkembang akan membuka banyak sekali lapangan kerja dan memajukan banyak sektor kehidupan masyarakat.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved