Berita Kota Mataram

Karyawan Wahana Permainan Ditemukan Meninggal Tak Wajar, Sempat Dikabarkan Ditinggal Nikah

Kasat Reskrim Polresta Mataram bersama anggota lainnya mendatangi TKP penemuan mayat seorang pria yang meninggal dengan cara tak wajar.

Penulis: Jimmy Sucipto | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
NET
Karyawan Wahana Mainan Ditemukan Meninggal Tak Wajar di Kamar Kos, Sempat Dikabarkan Ditinggal Nikah - Ilustrasi orang meninggal dunia. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Jimmy Sucipto

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pada hari Jumat tanggal (2/9/2022) sekitar pukul 17.00 WITA, Kasat Reskrim Polresta Mataram bersama anggota lainnya mendatangi TKP penemuan mayat seorang pria yang meninggal dengan cara tak wajar.

Diketahui TKP bertempat di Jalan Perkutut, No.59, Lingkungan Karang Tatah, Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Kapolresta Mataram melalui Kasat Reskrim Kompol Kadek Adi Budi Astawa menerangkan bahwa korban yang diketahui berinisial M, (34) asal Jawa merupakan karyawan wahana permainan.

Selain itu Kadek mengatakan M, berasal dari Desa Ngabar, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Baca juga: Dea OnlyFans Mengaku Stres karena Hamil dan Kasus Pornografi, Sudah 4 Kali Coba Akhiri Hidup

Menurut keterangan saksi 1 berinisial NA (32), peristiwa itu terjadi pada hari Jumat (2/9/2022) sekitar pukul 14.50 WITA.

Dalam penuturan NA, ia menghubungi korban melalui pesan Whatsapp untuk mengkonfirmasi pembayaran coin seorang costumer.

Namun, pesan tersebut tidak mendapatkan jawaban.

Sedangkan saksi 2, ER (22), sesama karyawan toko menerangkan, beberapa karyawan menghubungi korban namun tidak ada jawaban.

Baca juga: Ibu Muda di Bima Ditemukan Meninggal Tak Wajar, Suami Berlindung ke Kantor Polisi

Saat ER mendatangi kos-kosan korban, ia mendapati gerbang dalam keadaan terkunci dan korban dipanggil-panggil namun tidak menjawab.

Selanjutnya saksi ER memanggil temannya, saksi NA dan saksi-saksi lainnya memanggil korban dari luar tetapi tetap tidak ada jawaban.

Karena tidak ada jawaban, saksi NA meminta izin kepada warga sekitar untuk memanjat pagar, ujar Kadek.

Kemudian para saksi membuka pintu kamar yang tertutup namun tidak terkunci.

Setelah masuk ke dalam kamar kos dan melihat pintu kamar korban terbuka sedikit, saksi berencana mau mengambil kunci gerbang yang menyatu dengan kunci kamar korban, kesemuanya tergantung di lubang kunci kamar korban.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved