Berita Lombok Timur

Bupati Lombok Timur Geram Anggaran Penanganan Kekeringan Banyak Tersedot di Uang Makan & Uang Lelah

Bupati Lombok Timur mengalihkan anggaran penanganan kekeringan di BPBD Lombok Timur ke pemerintah kecamatan

DOK. HUMAS PEMKAB LOMBOK TIMUR
Bupati Lombok Timur H M Sukiman Azmy saat memimpin rapat pembahasan rangkaian HUT ke-77 RI di Kabupaten Lombok Timur, Selasa (23/8/2022). Bupati Lombok Timur H M Sukiman Azmy menilai penanganan kekeringan di Lombok Timur tidak optimal. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Bupati Lombok Timur H M Sukiman Azmy menilai penanganan kekeringan di Lombok Timur tidak optimal.

Menurutnya, BPBD Lombok Timur penuh dengan permintaan uang makan, dan uang lelah.

"Saya tidak serahkan kepada BPBD menangani kekeringan ini. Pengajuannya BPBD itu penuh dengan honor, penuh dengan uang makan, penuh dengan uang lelah, makanya saya ambil alih, serahkan ke camat saja beli dari masyarakat, satu tangki misalnya Rp 200 ribu," ucap Sukiman setelah dikonfirmasi TribunLombok.com, Rabu (31/8/2022).

Bupati menerangkan, uang lelah dan uang makan dari beberapa orang di BPBD Lombok Timur sudah cukup untuk membeli satu tangki air untuk dibagikan ke masyarakat di setiap kecamatan yang membutuhkannya.

Baca juga: Dikbud Lombok Timur Rampungkan Persiapan ANBK SMP 2022

"Ini kan uang lelah dan uang makan, itu saja yang banyak di daftar pengajuan sampai ratusan juta. Sekarang kita drop ke kecamatan, Jerowaru misalnya sekian ratus juta, Keruak sekian, Terara juga, itu lebih efektif daripada dikelola oleh BPBD, kemudian Damkar, PDAM jadi satu, lebih baiknya uang lelahnya dialihkan ke sana saja," jelasnya.

Bupati beranggapan pengalihan yang dilakukan ini merupakan solusi terbaik.

Sebabnya, kemungkinan akan lebih banyak debit air yang akan didapatkan jika diserahkan masalah kekeringan ini ke pemerintah kecamatan langsung.

"Sekarang camat sudah membeli beberapa air dan sebagainya. Di mana kekeringan ini diperkirakan sampai dengan bulan Desember mendatang," pungkasnya.

Sebelumnya Sub Kordinator Bidang Logistik BPBD Lombok Timur Muhsinin menjelaskan permasalahan droping air ini terhambat lantaran BPBD hanya memiliki satu unit mobil pengangkut air.

"Kekeringan di Jerowaru ini memang menjadi satu atensi kita, namun kita hanya punya satu unit mobil pengangkut dan itu harus bolak-balik Jerowaru, Selong setiap harinya," katanya.

Alasan itu dia utarakan sebagai biang dari lambannya penyaluan air ke kecamatan paling selatan di Lombok Timur ini.

Di sisi lain, ada 7 kecamatan lain di Lombok Timur yang juga mengalami kekeringan.

Total di Lombok Timur terdapat 8 kecamatan yang mengalami kekeringan.

Kecamatan Jerowaru menjadi perhatian karena sebagai daerah terdampak kekeringan paling parah.

Baca juga: Harga BBM Naik: Pemerintah Tebar Bantuan Upah Pekerja Gaji Rp 3,5 Juta & BLT, Berapa Besarannya?

"Ada 13 desa di Kecamatan Jerowaru yang menjadi prioritas BPBD, dan bulan Agustus ini adalah puncaknya," sebutnya.

Muhsinin berkaca pada penanganan tahun 2019 lalu yang melalui tim gabungan yang terdiri dari Damkar, PDAM, Dinsos, TNI, dan BPBD sendiri.

"Namun semua elemen tersebut belum bisa bergerak dikarenakan sampai sekarang belum turun surat tanggap daruratnya," tutup Muhsinin.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved