Berita Artis

Kata Pandji Pragiwaksono Soal Istilah Open Mic yang Dimonopoli: Sangat Disayangkan

Pandji Pragiwaksono buka suara soal istilah 'Open Mic' yang didaftarkan sebagai merek di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

instagram/pandji.pragiwaksono
Kata Pandji Pragiwaksono Soal Istilah Open Mic yang Dimonopoli: Sangat Disayangkan - Sosok Pandji Pragiwaksono. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Pandji Pragiwaksono buka suara soal istilah 'Open Mic' yang didaftarkan sebagai merek di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Pendaftaraan Open Mic sebagai merek itu terjadi pada 2013 oleh sejumlah pihak yang enggan disebutkan Pandji Pragiwaksono.

Pandji hanya menyindir, pendaftaran istilah Open Mic sebagai mereka menimbulkan berbagai imbas, terutama terhadap komika di Indonesia.

"Kenapa harus didaftarkan sebagai merek? Kenapa orang harus bayar Rp1 miliar? Karena Open Mic itu istilah umum, puisi juga kadang-kadang ada Open Mic-nya, bermusik pun ada Open Mic-nya, sayang gitu, kasihan," ujar Pandji Pragiwaksono saat ditemui di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Kamis (25/8/2022).

Baca juga: Sinopsis 7 Drama Korea Tayang Desember 2020: Ada Drama Sejarah yang Dikemas dalam Genre Komedi

Komika senior itu mengutarakan rasa prihatinnya terhadap fenomena mengkapitalisasi istilah publik tersebut.

Ia menyebut seorang komika bernama Mo Sidik, yang pada tahun 2019 terkena somasi dan harus membayar Rp1 miliar karena menggunakan istilah Open Mic dalam acara miliknya.

"Mo Sidik baru 2019, yang lain-lain udah dari sebelumnya," ungkapnya.

"Sebenarnya tujuannya apa? Sangat disayangkan aja," tambah Pandji.

Baca juga: Kapolri Tahan Tawa! Ini Momen Lucu Suara "Sayang" Terdengar di Ruang Rapat Komisi III DPR RI

Belakangan komunitas Stand Up Indo melaporkan kejanggalan itu sebagai permasalahan serius yang harus diusut.

Pandji mengungkapkan, alasan Stand Up Indo baru menggugat pembatalan Open Mic ke Pengadilan karena mereka membutuhkan waktu sebelum menemukan pengacara yang tepat.

"Rasanya kami butuh waktu juga untuk ketemu pengacara, kami juga punya legal standing yang baik, dan awalnya kalau dari sisi saya, saya sih prasangka baik aja," ucap Pandji.

Setelah konflik ini viral di publik, terutama di media sosial, banyak komika dari Stand Up Indonesia melakukan gugatan pembatalan merek Open Mic di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Upaya hukum pembatalan ini dilakukan untuk melawan pihak yang ingin memonopoli dan memiliki kegiatan Open Mic.

 

Sumber: Tribunnews.com

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved