Pengaruh Suhu & Kelembaban pada Aktivitas Makan Domba Lokal yang Dipelihara Intensif & Semi Intensif

Dua sistem pemeliharaan ini dapat berpengaruh terhadap aktivitas makan domba karena ada faktor suhu dan kelembaban baik di kandang maupun di padang

DOK. UTS
Pengajar di Program Studi Peternakan Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati Universitas Teknologi Samawa Ahmad Reza Jatnika. 

Oleh Ahmad Reza Jatnika

Domba lokal merupakan satu di antara ternak ruminansia kecil yang banyak dipelihara oleh masyarakat Indonesia.

Ternak jenis ini memiliki prospek yang cukup tinggi di masa-masa mendatang, baik digunakan sebagai bibit atau ternak potong.

Hal ini dikarenakan kebutuhan akan daging kian meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dari tahun ke tahun.

Selain itu kesadaran masyarakat akan pentingnya protein hewani menjadi motivasi tersendiri bagi para peternak domba.

Domba lokal memiliki keunggulan yaitu mudah dalam pemeliharaannya, tidak mudah terserang penyakit, cepat dalam berkembangbiak, dan memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi terhadap suhu dan kelembaban yang ada di Indonesia.

Sampai saat ini ternak domba dibudidayakan oleh peternakan dengan sistem pemeliharaan yang masih bersifat tradisional.

Pemeliharaan dilakukan secara intensif atau dikandangkan dan dipelihara secara semi intensif yaitu domba pada siang hari digembalakan dan malam dikandangkan.

Pemeliharaan secara semi intensif Pemeliharaan secara intensif.

Tentunya kedua sistem pemeliharaan ini dapat berpengaruh terhadap aktivitas makan domba, karena ada faktor suhu dan kelembaban baik di kandang maupun di padang pengembalaan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved