Harga Sayur di NTB Naik, Pemerintah Minta Masyarakat Bijak Belanja dan Cari Alternatif

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTB mengimbau agar masyarakat lebih bijak dalam berbelanja

Penulis: Lalu Helmi | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM/LALU HELMI
Seorang pengunjung membeli sayur di Pasar Kebon Roek, Ampenan, Kota Mataram. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Lalu Helmi

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Dua pekan terakhir, harga kebutuhan pokok di NTB seperti tomat hingga cabai merah naik.

Masyarakat mengakalinya dengan mengurangi jumlah pembelian atau bahkan tidak membeli sama sekali.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB Heru Saptaji menanggapi gejolak harga bahan pokok ini.

Heru menyatakan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTB mengimbau agar masyarakat lebih bijak dalam berbelanja.

Baca juga: Jadwal Pasar Murah HUT ke-77 RI & HUT ke-29 Kota Mataram Agustus 2022, Harga Bahan Pokok Lebih Murah

Bijak berbelanja dimaksud pemerintah yakni masyarakat hendaknya berbelanja sesuai kebutuhan.

“Jangan lupa cermati harganya cerdas dan bijak belanjanya. Lakukan pola konsumsi yang bervariasi," terangnya di Mataram, Senin (16/8/2022).

Di tengah kenaikan harga bahan pokok ini, pemerintah menganjurkan masyarakat untuk mencari alternatif sebagaimana dianjurkan pemerintah.

"Di antaranya, yakni belanja sesuai kebutuhan,” kata Heru.

Ia menambahkan, alternatif lain dengan mensiasati harga kebutuhan pokok yang naik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved