NTB

Soal Pekan Kebudayan Daerah, Bupati KSB Jelaskan Maksud Angan Bakedek

Dok. Prokopim KSB
Bupati KSB Jelaskan Maksud Angan Bakedek - Sosok H Musyafirin MM, Bupati Kabupaten Sumbawa Barat. 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Galan Rezki Waskita

TRIBUNLOMBOK.COM, SUMBAWA BARAT - Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) H Musyafirin paparkan maksud tema Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Angan Bakedek.

Angan Bekedek secara bahasa artinya mengingat bermain atau masa-masa bermain.

"Angan Bakedek memberikan pesan pada kita mengingat permainan apa yang kita lakukan dahulu," kata Musyafirin.

Bersama ini, Angan Bakedek menjadi bagian dari pewarisan kebudayaan.

Baca juga: Pemerintah KSB Bentuk Tim Rekruitmen Tenaga Smelter AMNT

"Saya mengapresiasi, banyak warisan budaya yang mestinya kita kembangkan. Mana yang mampu kita lestarikan kita wariskan pada anak cucu kita" papar kader PDIP itu.

"Dengan demikian, kita dapat bangga dengan kebudayaan kita masing-masing," lanjutnya.

Diketahui, PKD dibuka pada Senin, (8/8/2022) dan Diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KSB.

Pekan Kebudayaan ini tidak hanya menjadi agenda bagi masyarakat suku Sumbawa melainkan untuk semua etnis yang ada di KSB.

Baca juga: Disnaker KSB Bakal Umumkan Lowongan Pekerjaan Smelter AMNT Senin Depan

Kembali ke Musyafirin, ia kemudian mengabarkan di 17 Agustus depan akan tampil budaya Isung Bale.

Isung Bale artinya mengangkat rumah. Budaya ini adalah kebiasaan masyarakat Sumbawa pada umumnya saat hendak pindah rumah.

Budaya Isung Bale ini hanya diperuntukkan bagi rumah panggung.

Budaya Isung Bale di 17 Agustus ini akan di kemas dalam bentuk tarian anak-anak.(*)