Rekomendasi Musik Indonesia
5 Musik Indonesia Terbaru, Kunto Aji hingga Nadhif Basalamah
Kunto Aji, akhirnya menyapa kembali penikmat musik Indonesia lewat karya terbarunya berjudul ‘Salam Pada Rindu’.
Penulis: Robbyan Abel Ramdhon | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
TRIBUNLOMBOK.COM - Hampir selalu ada karya baru dalam gelanggang musik Indonesia.
Hal ini tak lepas dari kreativitas musisi Indonesia yang selalu produktif menawarkan warna baru untuk para pendengar.
Sebagai informasi, berikut Tribunlombok.com telah merangkum, 5 rekomendasi musik Indonesia terbaru dari berbagai daerah.
1. Salam pada Rindu - Kunto Aji
Kunto Aji, akhirnya menyapa kembali penikmat musik Indonesia lewat karya terbarunya berjudul ‘Salam Pada Rindu’.
Baca juga: 4 Rekomendasi Musik Indonesia Terbaru, Dendi Nata hingga Qudrah
Dirilis dalam bentuk video musik terlebih dahulu, Kunto Aji mengatakan ini adalah hasil karya miliknya bersama Astra Life yang dibuat dengan Ceritera.
Membahas mengenai lagunya, jika ditilik dari judul, orang akan berpikir lagu ini merupakan lagu tentang kerinduan.
Hal itu tidak salah memang, namun yang Kunto Aji ingin tekankan dilagu ini adalah mengenai Keluarga.
“Lagu ini saya tujukan pada keluarga,” ungkap Kunto Aji.
“Keluarga di sini maknanya luas, karena menurut saya, keluarga bukan hanya orang yang sedarah tapi juga orang-orang yang kita pilih dalam kehidupan kita. Merekalah orang-orang yang paling dekat dengan kita,” lanjutnya.
Menurut Kunto Aji, Keluarga merupakan bagian yang selalu ada dalam hati dan jiwanya. Sehingga, dia merasa, saat jauh dengan keluarganya, rasa rindu dengan kehangatan yang dia rasakan dalam keluarga itupun muncul.
2. Bukan yang Dulu - Dzaky Julian
Dzaky Julian adalah musisi pendatang baru asal Jakarta. Musisi muda kelahiran 2 Juli 2003 ini telah merilis single pertamanya berjudul "Bukan Yang Dulu" pada 8 Juli 2022.
Lagu ini menceritakan berdasarkan kisah nyata. Yang sering dipandang sebelah mata oleh wanita yg ia cintai.
Sejak saat itu ia justru menyadari harga dirinya, perubahan mulai terjadi seiring berjalan nya waktu dan menjadi seperti sekarang.
Karena pada dasarnya Mencintai pasangan bukan melulu soal urusan fisik, tapi soal ketulusan hati. Lagu ini diciptakan oleh Alif Musfa Rizqie dan diproduksi oleh alproduction.
Bukan Yang Dulu merupakan sebuah lagu yang bernuansa perpaduan pop dan rnb yang sedang cukup banyak diminati saat ini.
Namun yang menarik, komposisi tersebut berhasil dipadukan dengan vokal yang berkarakter dari Dzaky sendiri.
Single lagu "Bukan Yang Dulu" bisa dinikmati di semua platform musik favorit kalian. Semoga lagu ini dapat diterima oleh banyak pecinta musik indonesia.
3. Graveyard - Sweat The Band
Setelah sukses melahirkan single pertama mereka medio Februari 2022 silam, salah satu kelompok musik asal Kota Bandung, Sweat The Band, di bulan Juli ini kembali merilis lagu baru mereka.
Berbeda dengan rilisan sebelumnya, Adiksi, yang membawa isu tentang keresahan mereka dengan fenomena penyakit mental (sedang marak terjadi terutama di kalangan remaja).
Di rilisan kedua band yang beranggotakan Jeremy Julioardo di posisi vokal, Juan Mikha Prasetiyo sebagai gitaris, Kevin Jonathan di bass dan Ezra Abraham sebagai keyboardis ini, mereka mencoba membawakan satu tajuk seputar kesendirian dalam lagu baru: Graveyard.
Namun, rilisan ini masih dalam benang merah keresahan yang sama.
Jeje, sapaan akrab Jeremy sebagai lead vokal, mengatakan bahwa kesendirian sendiri adalah tema yang sangat menarik dan tentu saja akan membawa isi kepala kita ke ziarah ingatan pada masa-masa terdahulu.
Kesendirian juga bisa menjadi mesin waktu yang sangat pas untuk kembali membuka arsip akan banyak nama dan wajah yang sempat singgah.
“Semua orang pasti pernah merasakan kesendirian, bahkan untuk orang paling ceria dan bahagia sekali pun,” tambahnya.
4. Tokoh Utama - Kira
KIRA merupakan Duo vokal asal Jakarta yang beraliran Pop, beranggotakan Savira Razak di vocal dan Faizal Permana di vocal dan gitar, yang berdiri pada bulan Mei tahun 2022.
Duo ini terbentuk karena Savira Razak dan Faizal Permana memiliki visi dan selera musik yang sama. Dan KIRA merupakan tempat untuk menuangkan musikalitas keduanya dan diolah menjadi karya yang dapat dinikmati.
Savira Razak yang merupakan mantan vokalis Killing Me Inside di era 2014 -2017 kembali ingin menunjukkan kualitas vokal dan musikalitasnya melalui Group Duo KIRA.
Demikian pula dengan Faizal Permana yang saat ini mulai menjadi sorotan penikmat musik indie di Indonesia karena performance kolaborasinya ada dimana-mana dan tentunya karena vokalnya yang berkualitas.
Diharapkan karya-karya KIRA dapat berbicara banyak di Industri Musik Indonesia dan Dunia.
Semoga kehadiran KIRA dapat menambah warna dalam industri musik Indonesia.
Kira tengah merilis single perdana berjudul “Tokoh Utama”.
“Tokoh Utama” menceritakan tentang kisah cinta dari dua sudut pandang yang berbeda, di mana salah satu dari mereka masih terjebak dengan masa lalunya.
5. Wonder In Time - Nadhif Basalamah
Nadhif Basalamah membuktikan eksistensinya dengan merilis sebuah EP perdana berjudul wonder in time. Album secara urut menampilkan total lima lagu, yaitu “do you still wanna carry me”, “to be with me”,“eventually”, “without me (sera)”, dan “wonder in time”.
Dua lagu dari daftar tersebut “to be with me” dan “without me (sera)” sudah rilis lebih dulu. Sementara “eventually” yang hadir dengan aransemen berbeda di album merupakan single lepasan yang rilis pertama kali 2020 lalu.
Sekitar lima single lepasan lain yang mengawali perjalanan Nadhif tak masuk ke daftar album, termasuk lagu perdana “After School Sad Session” karena ia ingin menunjukkan identitas yang baru sebagai penyanyi sekaligus penulis lagu.
“Lagu-lagu yang ada di EP ini adalah lagu-lagu yang personal untuk banyak orang yang terlibat dalam proses penggarapan EP ini. Jadi, ketika memilih lagu pun saya berusaha sebijaksana mungkin dalam hal ini, “ kata Nadhif.
Rangkuman perasaan Nadhif saat ia mengalami kegembiraan dan ketidakpastian menjadi tema album.
Sebagai pembuktian bahwa cinta bukan lah suatu perjalanan yang linier, melainkan seseorang yang tepat pada akhirnya akan datang mengisi kehidupan.
Nadhif melewati proses pembuatan mini album selama kurang lebih enam bulan dari mulai rekaman lagu pertama sampai lagu kelima.
Ia menuliskan lagu-lagunya bersama Pasha Mahindra dan Rayhan Noor yang juga bertindak sebagai produser album.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Kunto-Aji-pelantun-lagu-Salam-Pada-Rindu.jpg)