Pihak Ponpes Shiddiqiyyah Bersyukur Izin Tak Jadi Dicabut dan Jelaskan Video Orasi Soal Perang Badar

Berikut pengakuan Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Jombang soal dibatalkannya pencabutan izin operasional dan video orasi perang badar simpatisan Bechi.

Editor: Irsan Yamananda
KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍ
Petugas gabungan dari Polda Jatim dan Polres Jombang melakukan upaya jemput paksa terhadap MSA, tersangka kasus pencabulan, Kamis (7/7/2022). Pihak ponpes memberikan tanggapan mengenai batalnya pencabutan izin dari kemenag hingga video orasi perang badar ke simpatisan Mas Bechi yang viral. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Pihak Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Jombang, Jawa Timur memberikan tanggapan mengenai dua hal yang tengah jadi sorotan publik.

Seperti diketahui, Kementerian Agama batal mencabut izin ponpes milik kiai Jombang yang anaknya, MSA alias Mas Bechi (41), menjadi tersangka pencabulan.

Selain itu, Ponpes Shiddiqiyyah Jombang juga memberikan penjelasan mengenai video viral orasi perang badar di depan simpatisan Mas Bechi.

Mengutip dari berbagai sumber, berikut pengakuan lengkapnya.

Bersyukur Izin Tak jadi Dicabut

Ketua Umum Organisasi Shiddiqiyah (Orshid) Joko Herwanto menanggapi keputusan Kemenag tersebut.

Ia mengaku bersyukur atas keputusan tersebut tersebut.

Menurutnya, aktivitas di Pesantren Shiddiqiyah bisa berjalan normal setelah pencabutan izin tersebut dibatalkan.

“Atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa, kami mengucapkan rasa syukur yang sebesar-besarnya dengan adanya keputusan (pembatalan pencabutan izin) yang sudah diambil oleh Menteri Agama Ad Interim, Pak Muhajir Effendi,” kata Joko Senin (11/7/2022) malam seperti dikutip dari Kompas.

Ia merasa gembira dengan batalkan pencabutan izin tersebut karena berhubungan dengan masa depan para peserta didik di Pesantren Shiddiqiyah.

Baca juga: Buntut Kasus Pencabulan Anak Kiai Jombang, Izin Pesantren Dicabut dan Bantuan Operasional Dihentikan

“Beliau menyampaikan telah mencabut keputusan untuk pencabutan izin operasional Pondok Pesantren Majma'al Bahrain Shiddiqiyah. Keputusan dari Menteri Ad Interim Pak Muhadjir ini harus disambut dengan rasa syukur,” ujar Joko.

“Kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak. Kami yakin bahwa semua pihak pasti setuju bahwa pesantren secara kelembagaan harus tetap ada, kepastian anak didik kita untuk memperoleh pelajaran harus tetap ada,” imbuhnya.

Soal Video Orasi Perang Badar di Depan SImpatisan Mas Bechi

Joko turut menanggapi video viral yang berisi orasi soal perang badar di depan simpatisan MSA alias Mas Bechi.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved