Idul Adha 1443 H

Gubernur NTB Salat Idul Adha di Sembalun, Serahkan Satu Ekor Sapi Kurban di Masjid Ittihadul Islam

Zulkieflimansyah dan istri Niken Zulkieflimansyah melaksanakan salat Idul Adha 1443 H di Sembalun Lawang, Lombok Timur.

Penulis: Lalu Helmi | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
FB Gubernur NTB Bang Zul Zulkieflimansyah.
Gubernur NTB Salat Idul Adha di Masjid Ittihadul Islam Sembalun Lawang, Lombok Timur pada Minggu, (10/7/2022). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Lalu Helmi

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah dan istri Niken Zulkieflimansyah melaksanakan salat Idul Adha 1443 H di Sembalun Lawang, Lombok Timur.

Orang nomor satu di NTB itu menunaikan ibadah salat ied di Masjid Ittihadul Islam, Sembalun Lawang.

Dalam sambutannya, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyampaikan harapan agar umat islam khususnya di NTB dapat meresapi makna Idul Adha.

"Atas nama pemerintah provinsi NTB saya mengucapkan hari raya kurban, semoga kita bisa tersenyum bahagia dan meresapi makna berkurban," kata Zulkieflimansyah pada Minggu pagi, (10/7/2022).

Baca juga: Promo Spesial Idul Adha 2022 di Alfamart, Indomaret dan Superindo, Kecap Bango 520ml Rp 18.500

Selepas melaksanakan salat Idul Adha, Zulkieflimansyah menyerahkan satu ekor sapi kurban di Masjid Ittihadul Islam.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Mataram memutuskan tidak ada pemusatan perayaan Hari Raya Idul Adha 1443 hijriah yang jatuh pada Minggu 10 Juli 2022 besok.

Warga Kota Mataram bebas memilih lokasi salat Idul Adha sesuai lokasi tempat tinggal.

"Kita tidak ada pemusatan salat Idul Adha. Awalnya kita minta di parkiran Lombok Epicentrum Mall Mataram, tapi batal. Intinya masyarakat bebas melaksanakan salat Idul Adha di mana saja," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kota Mataram H Muhammad Amin, Sabtu (9/7/2022) di Mataram.

Baca juga: Resep Bumbu Rendang Daging Sapi Khas Padang, Cocok jadi menu Makan saat Idul Adha 2022

Menurut Amin, masyarakat di Kota Mataram juga diminta untuk melaksanakan salat Idul Adha secara khusyuk.

Meski ada perbedaan hari perayaan Idul Adha dengan umat Muhammadiyah, masyarakat Kota Mataram diminta tidak mempermasalahkan perbedaan tersebut.

"Walaupun ada perbedaan diharapkan dengan perbedaan ini tidak dipermasalahkan bagi warga Mataram. Kita harapkan perayaan Idul Adha tetap bisa dilaksanakan dengan baik," kata Amin.

Dikatakan Amin, perayaan Idul Adha tahun 2022 kali diharapkan warga kota Mataram bisa menghayati makna dari perayaan Idul Adha terutama ibadah kurban.
Menurutnya, makna kurban pada dasarnya ialah bisa mengambil perjuangan sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim, Ismail dan sang istri Siti Hajar.

"Tiga inti dari kisah ini kita harap bisa disemai oleh masyarakat kota Mataram. Apa yang dilakukan oleh tiga tokoh tadi bisa menjadi tauladan untuk warga Mataram pada perayaan Idul Adha 2022 kali ini," pungkasnya.

(*)

 

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved