NTB
Warga Kota Bima Keluhkan Cuaca Dingin, Suhu Bisa Mencapai 14 Derajat Celcius
Penulis: Atina | Editor: Dion DB Putra
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Warga Kota Bima mengeluhkan cuaca dingin sejak Jumat (8/7/2022) dini hari.
Mutmainnah, warga Karara Kota Bima mengaku, sempat mengecek suhu pada android berada di titik 19 derajat Celsius, sekira pukul 07.30 WITA, Jumat (8/7/2022).
Baca juga: Perkiraan Cuaca Kawasan Wisata Gili Trawangan 8 Juli 2022, Nimati Suasana Sunrise & Sunset
"Padahal sudah siang, tapi dinginnya luar biasa," aku perempuan yang akrab disapa Iin ini, saat dihubungi via ponsel.
Hal senada juga dikatakan Hidayat, warga Kelurahan Sarae Kota Bima.
"Sampai dua selimut saya pakai sejak dini hari, masih tetap terasa dingin," ujarnya.
Kepala BMKG Bima, Topan Primadi yang dikonfirmasi TribunLombok.com membenarkan saat ini suhu di Kota Bima sedang dingin-dinginnya.
"Sampai hari ini, suhu tercatat mencapai 18 derajat Celcius," ungkap Topan, Jumat (8/7/2022).
Suhu mininum 18 derajat tersebut dianggap masih normal, karena pada bulan Juli tahun-tahun sebelumnya pernah mencapai suhu lebih rendah lagi.
"Kalau bulan Juli pernah mencapai 14 derajat," kata Topan.
Penyebab suhu dingin di Bima dan Dompu, jelas Topan, pertama karena adanya intrusi udara dingin dari Australia.
Udara dingin dari Australia ini disebabkan oleh gerak semu matahari.
Pada bulan Maret hingga September, matahari berada di utara ekuator.
Akibatnya terjadi pemanasan yang lebih intensif di wilayah tersebut, sementara di wilayah selatan ekuator terjadi kehilangan sumber panas.
Itulah sebabnya udara menjadi lebih dingin, seiring berlangsungnya musim dingin di wilayah Australia.
Wilayah Bima dan Dompu, lanjut Topan, merupakan wilayah yang dipengaruhi langsung oleh Monsun.
Monsun Australia aktif menyebabkan musim kemarau di wilayah selatan ekuator, termasuk wilayah Bima dan Dompu.
Monsun ini bersifat kering dan dingin dan puncak aktifnya angin timuran ini berlangsung sekitar bulan Juli sampai Agustus.
Adanya perbedaan tekanan udara di wilayah selatan dan utara ekuator, menyebabkan adanya pergerakan angin yang membawa massa udara dingin dari wilayah selatan ke arah utara di atas benua Asia.
Pergerakan udara dingin dari Australia yang melewati wilayah Bima dan Dompu, memberi dampak langsung yaitu mendinginkan suhu udara pada wilayah yang dilewatinya.
Faktor kedua, papar Topan, jumlah kandungan uap air (perawanan) pada musim kemarau.
Pada saat puncak musim kemarau, jumlah uap air di atmosfer sangat rendah.
Dampaknya adalah panas yang yang dilepaskan dari permukaan bumi pada saat malam hari, langsung terlepas ke lapisan yang lebih tinggi.
Kondisi tersebut menyebabkan tidak ada panas yang tersimpan di dekat permukaan bumi, sehingga udara terasa lebih dingin.
Kondisi masuknya udara dingin ke wilayah Bima dan Dompu, dipredikasi masih akan terasa hingga bulan September 2022.
Untuk itu, Topan mengimbau kepada masyarakat, untuk tetap memantau informasi dari BMKG dan tetap menjaga kesehatan dengan memperbanyak minum vitamin dan air putih.
"Menjaga kesehatan saat ini paling penting, untuk menghadapi suhu yang lebih dingin dari biasanya," pungkas Topan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Suhu-dingin-ilustrasi.jpg)