Tersangka Pencabulan Sempat Kabur, Polisi Berupaya Menangkap Anak Kiai Jombang Lebih dari 12 Jam

Upaya penangkapan anak kiai Jombang berjalan selama lebih dari 12 jam, tersangka pencabulan ternyata sempat kabur saat hendak dijemput polisi.

Editor: Irsan Yamananda
KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍ
Petugas gabungan dari Polda Jatim dan Polres Jombang melakukan upaya jemput paksa terhadap MSA, tersangka kasus pencabulan. DPO polisi itu diduga bersembunyi di dalam pesantren yang dipimpin ayahnya. Sebelum dikepung oleh polisi, tersangka sempat kabur ketika dijemput paksa. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Sudah lebih dari 12 jam polisi berupaya menangkap anak kiai Jombang tersangka kasus pencabulan.

Perlu diketahui, anak kiai Jombang berinisial MSA (42) itu sempat kabur saat dijemput paksa pada Minggu (3/7/2022).

Saat itu, anak kiai Jombang MSA diduga menumpangi iring-iringan mobil untuk melarikan diri.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Jombang AKBP Moh. Nurhidayat.

Iring-iringan yang terdiri dari tiga mobil tersebut melaju di Jalan Sembong Dukuh, Kecamatan Jombang.

Dua mobil berusaha melarikan diri saat polisi berusaha menghentikan iring-iringan tersebut.

Polisi tak menemukan MSA di mobil yang mereka hentikan seperti dikutip dari Kompas.

Kini, polisi kembali berusaha menangkap MSA pada hari Kamis (7/7/2022).

Operasi yang dilakukan tim gabungan Ditreskrimum Polda Jatim dan Polres Jombang itu dilakukan sejak pukul 08.00 WITA.

Berdasarkan pantauan TribunJatim, upaya polisi masih belum membuahkan hasil hingga pukul 20.00 WITA.

Baca juga: Keluarga Tersangka Dugaan Pencabulan di Bima Sebut Polisi Lakukan Penyimpangan Prosedur

Aparat terus melakukan berbagai upaya, termasuk mengamankan 320 orang di kompleks pondok pesantren secara bertahap.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto berjanji akan terus berusaha untuk mengamankan MSA.

"Kita masih fokus pada wilayah di dalam karena banyak ruangan kosong yg tersembunyi, sehingga kita terus berupaya melakukan penggeledahan di ruangan-ruangan itu," ungkap mantan Wakasat Lantas Polrestabes Surabaya itu, Kamis (7/7/2022).

Ia pun berharap keluarga tersangka mau kooperatif pada polisi.

"Sekali lagi kami mengimbau, pihak keluarga MSAT ini untuk membantu kami, kooperatif. Kita masih terus mencari di sana dan berkoordinasi dengan keluarga MSAT," pungkas mantan Kabid Humas Polda Kalimantan Barat itu seperti dikutip dari TribunJatim.

(Kompas/ Reza Kurnia Dermawan) (TribunJatim/Luhur Pambudi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved