NTB
Suhardi Soud: Sosialisasi Kepemiluan di NTB akan Dikemas Dekat dengan Dunia Anak Muda
Penulis: Lalu Helmi | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Lalu Helmi
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Data menunjukkan kaum muda merupakan kelompok masyarakat yang sangat strategis dalam pemilihan umum.
Tinggi rendahnya partisipasi kaum muda menjadi salah satu indikator dalam menentukan keberhasilan Pemilu 2024 mendatang di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Hal itu menjadi atensi Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB sehingga sosilisasi kepemiluan akan dikemas sedemikian rupa agar menjadi dekat dengan dunia anak muda.
"Memang tantangan kita adalah bagaimana mengajak anak muda ini untuk memiliki komitmen kebangsaan, komitmen kenegaraan karena ketika anak-anak muda ini punya kemauan untuk memahami politik dan kemauan untuk memahami dinamika sosial kemasyrakatan kita."
Baca juga: Daeng Paelori Mantapkan Diri Ikut Serta Jadi Bakal Calon Bupati Lombok Timur di Pemilu 2024
"Kemudian ikut berpartisipasi menandakan anak muda kita mulai bertanggung jawab," kata Ketua KPU NTB Suhardi Soud kepada TribunLombok.com, Rabu (6/7/2022).
Suhardi menambahkan, anak muda merupakan estafet yang akan melanjutkan generasi.
Diakuinya, jika ada kekosongan antar generasi maka akan melahirkan stagnasi.
Ketika mereka (anak muda) tidak memahami apa itu politik, apa peran Presiden, kepala daerah, DPD, legislator, kata Suhardi, hal itu mencemaskan.
Baca juga: KPU Sumbawa Antisipasi Risiko Kematian Petugas saat Pemilu 2024
"Nah ini, menjadi tantangan kita bersama baik dari sisi penyelenggara pemilu maupun partai politik untuk mulai menawarkan situasi politik yang menarik bagi mereka," jelasnya.
Sebagai langkah konkret meningkatkan partisipasi anak muda di Pemilu 2024 mendatang, pihaknya telah menyiapkan sejumlah agenda aksi.
Nantinya, sosialisasi kepemiluan di NTB akan dikemas menjadi dekat dengan dunia anak muda.
"Kita harus berani masuk ke ruang-ruang yang mereka senangi. Misalnya sosialisasi kita kenapa enggak pakai TikTok? Di KPU sudah menginstruksikan agar menggunakan media sosial untuk melakukan itu, karena setiap orang kan bisa menjadi penyampai berita baik secara individu maupun secara kelembagaan," paparnya.
Suhardi Soud juga telah mengimbau kepada KPU di Kabupaten/Kota untuk memaksimalkan media sosial dalam menyebebarluaskan informasi yang berkaitan dengan kepemiluan.
Menurutnya, sosialisasi dengan cara konvensional sudah tidak relevan lagi.
"Sudah kita imbau KPU di Kabupaten/Kota di NTB untuk mengoptimalkan media sosial yang disenangi oleh publik. Nanti kecenderungannya kan kita harus mencari strategi yang anak muda mau menonton itu. Kalau kita secara biasa-biasa, resmi dan formal mungkin mereka tidak akan tertarik. Irama yang menarik, isu-isu yang pas bagi milenial maka itu juga akan memudahkan," jelas Suhardi.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/demo-11-april-dprd-ntb-tuntutan-mahasiswa-2.jpg)