Berita Lombok Timur

Bima Nilai Dewan Hakim di MTQ Ke-29 Provinsi NTB Tak Adil

"Saya kecewa dengan apa yang dilakukan oleh dewan hakim kepada Syamsuri Firdaus," ucapnya saat usai menerima piala.

TRIBUNLOMBOK.COM/AHMAD WAWAN SUGANDIKA
Ahya, Kasubag Keagamaan dan Kebudayaan bagian Kesra, Setda Kabupaten Bima usai menerima piala yang di serahkan Wakil Gubernur Hj. Siti Rohmy Djalilah. 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM,LOMBOK TIMUR - Berakhirnya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-29 Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengantarkan Kabupaten Bima meraih Juara umum pertama.

Bima berhasil menjadi juara setelah unggul dari 10 Kabupaten/Kota dengan total nilai terbanyak yakni 79.

Namun menjadi juara umum 1 lantas tak membuat kafilah dari Bima merasa puas.

Ia menganggap di beberapa mata lomba justru dewan hakim tak adil dalam mengambil keputusan.

Baca juga: Muhammad Alwi Bersyukur Raih Juara 1 MTQ Setelah Bersaing dengan Orang-orang Hebat

Hal ini disampaikan langsung oleh Ahyani Kasubag Keagamaan dan Kebudayaan Bagian Kesra, Setda Kabupaten Bima kepada TribunLombok.com Rabu (6/7/2022).

"Bukan berarti saya tidak bangga, saya kecewa dengan apa yang dilakukan oleh dewan hakim kepada Syamsuri Firdaus," ucapnya saat usai menerima piala yang diserahkan Wakil Gubernur Hj Siti Rohmy Djalilah

Ia menilai Dewan Hakim pada penilaian untuk kategori tilawah tidak adil.

Sebelumnya, pihaknya memang menggadang-gadang Syamsuri Firdaus akan menjadi juara.

Baca juga: Kabupaten Bima Juara Umum MTQ ke-29 Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat

Mengingat Syamsuri Firdaus juga merupakan peserta yang pada tahun 2019 silam mendapatkan juara 1 pada ajang MTQ Internasional di Istambul, Turki.

Hal ini juga menjadi acuan kafilah Bima yang merasa Syamsuri lebih pantas menjadi juara.

"Saya katakan dia dizolimi, coba tanyakan semua masyarakat yang hadir di sini bagaimana dengan Syamsuri. Hasilnya ini sama dengan menzolimi semua masyarakat yang ada di NTB. Orang dunia saja mengakui Syamsuri," sebutnya meluap.

Menurutnya kalau untuk MTQ, mengenai penyelenggaraannya meriah, namun ia melihat penilaian di kategori tilawah baik itu remaja atau dewasa itu ada permainan.

Baca juga: Semarak Malam Final MTQ Ke-29 Provinsi NTB, Warga Banjiri Lapangan Masbagik

"Suruh semua dewan hakim itu sadar, mereka semua sudah disumpah," tegasnya.

Namun ia tak mau terlalu terbawa emosi, intinya ia tak mengakui kalau Syamsuri Firdaus tak berhasil juara 1.

Ia berharap di MTQ Ke-30 tahun depan yang akan diselenggarakan di Sumbawa akan lebih baik lagi.

Namun di balik itu ia tetap mengakui penyelenggaraan MTQ di Lombok Timur ini yang termeriah sejauh ini.

"Saya akui persaingan MTQ tahun ini nyata, namun lagi-lagi saya berpesan, jangan jadikan MTQ ini sebagai sebuah kepentingan, ini perwakilan NTB, bukan perwakilan Lombok Tengah, ataupun Lombok Timur," sebutnya.

"Sekali lagi bukan saya tidak bangga dengan juara umum, namun saya kecewa dengan dewan hakim yang menilai Syamsuri ini," tutupnya.

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved