Guru dan Kakak Kelas Cabuli Santri di Depok: Korban Capai 11 Anak, Hanya 5 yang Berani Bicara

Pencabulan yang menimpa belasan santri di Depok menjadi sorotan publik. Ironisnya, terduga pelaku merupakan guru dan kakak kelas korban.

Editor: Irsan Yamananda
Kompas.com
Ilustrasi pencabulan. Guru dan kakak kelas diduga mencabuli belasan santri di Depok. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Kasus dugaan pencabulan terjadi di sebuah pesantren kawasan Beji, Kota Depok.

Korban pencabulan mencapai 11 anak.

Ironisnya, terduga pelaku pencabulan santri di Depok ini adalah oknum guru dan kakak kelas korban.

Berikut deretan faktanya.

Hanya 5 Korban yang Berani Bicara

Kuasa Hukum Korban, Megawati, angkat bicara mengenai kasus pencabulan tersebut.

Baca juga: Keluarga Tersangka Dugaan Pencabulan di Bima Sebut Polisi Lakukan Penyimpangan Prosedur

Ia mengatakan, jumlah korban kasus dugaan pencabulan ini mencapai 11 anak.

Sayangnya, tidak semua korban berani bicara mengenai kasus tersebut.

"Dari 11 orang yang dilecehkan, yang berani untuk speak up hanya lima orang, tapi yang sekarang diperiksa oleh penyidik baru tiga orang," ujar Kuasa Hukum Korban, Megawati, pada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (29/6/2022) kemarin seperti dikutip dari Kompas.

Terduga Pelaku 3 Oknum Guru dan Kakak Kelas

Pimpinan pesantren tersebut, Ahmad Riyadh, turut memberikan tanggapannya.

Menurutnya, ada tiga oknum guru dan satu santri aktif yang dilaporkan oleh kuasa hukum para korban.

"Empat terlapor itu satu berstatus santri, dan tiga guru. Dari tiga guru ini, satu masih berstatus aktif dan dia baru saja tabrakan, jadi masih cuti sekitar dua bulan,dan dua terlapor (guru) lainnya ini sudah tidak di kita," kata Ahmad pada wartawan di lokasi, Kamis (30/6/2022).

Lebih lanjut menyoal dua guru yang sudah tak aktif di pesantren tersebut, Ahmad Riyadh mengatakan mereka adalah relawan.

"Mereka sudah selesai pengabdiannya, dia itu semacam relawan dia mengajar hadroh, pramuka," katanya.

"Selebihnya kalau masalah kasus ini bukan wewenang saya, jadi saya tidak bisa memberikan lebih dari yang saya tidak ketahui," sambung Ahmad Riyadh dikutip dari TribunJakarta.

(Kompas/ TribunJakarta)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved