NTB
Sentra Tenun Dusun Samri, Regenerasi Tenun Tradisional Sumbawa
Penulis: Galan Rezki Waskita | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Galan Rezki Waskita
TRIBUNLOMBOK.COM, SUMBAWA - Tenun tradisional merupakan bagian dari identitas kebudayaan suatu daerah.
Tenun juga menjadi perlambangan nilai yang dipegang oleh masyarakat melalui motif-motifnya.
Namun tidak bisa dipungkiri, tenun turut menjelma sebagai Usaha Kecil Menengah (UKM) yang membangkitkan perekonomian masyarakat.
Dusun Samri, Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa adalah satu dari kelompok masyarakat yang aktif dalam tenun tradisional Sumbawa.
Baca juga: Crosser MXGP Sumbawa Disambut Gendang Beleq dan Pakaian Adat Khas NTB
Sebenarnya, aktivitas tenun tradisional dilakukan di hampir semua bagian di Desa Poto.
Namun hampir semua kalangan usia di Dusun Samri menjalankan aktivitas menenun.
"Jadi bukan cuma orang-orang tua saja yang menenun di sini. Gadis-gadis muda juga sudah fasih," jelas Ketua Sentra Tenun Dusun Samri, Jumat, (24/6/2022).
Tenun tradisional Sumbawa biasanya dikerjakan untuk beberapa macam bentuk.
Baca juga: KRI Banjarmasin 592 Sandar di Sumbawa, Hotel Apung MXGP Samota dengan 220 Kamar Standar hingga VVIP
Ada yang menjadi sarung (kre' alang), sapu' (ikat kepala), songket, selempang dan lain-lain.
Masing-masing bentuk memiliki durasi waktu yang berbeda-beda.
Bahkan ada yang mencapai waktu berbulan-bulan.
Waktu ini sesuai dengan ukuran dan kerumitan motif masing-masing.
Untuk itu, harga kain tenun tradisional paling murah berada di kisaran Rp500 ribu.
Lebih jauh, harga ini juga menjadi persoalan.
Untuk itu, Sentra Tenun Samri masih berupaya mencari pendampingan inovasi kain tenun menjadi bentuk kerajinan yang berbeda.
Dengan demikian, akan ada keterjangkauan harga bagi kain di pasaran.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Aktivitas-Pengrajin-di-Sentra-Tenun-Dusun-Samri-Sumbawa.jpg)