Sabtu, 18 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Kapal PMI asal NTB Tenggelam

Kapal PMI NTB Tenggelam di Batam, Pemprov Jamin Penanganan Korban Lebih Cepat

Pemprov NTB menyatakan akan bergerak cepat menangani Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang korban kapal tenggelam, di perairan Pulau Putri, Kota Batam.

Editor: Sirtupillaili
TribunLombok.com/Sirtupillaili
Kepala Disnakertrans NTB I Gede Putu Aryadi 

TRIBUNLOMBOK.COM - Pemprov NTB menyatakan akan bergerak cepat menangani Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang korban kapal tenggelam, di perairan Pulau Putri, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

Keselamatan para PMI tersebut menjadi prioritas utama pemerintah saat ini.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi mengatakan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk menangani dan menjamin keselamatan warga NTB dalam musibah tersebut.

"Kami terus berkoordinasi, dengan berbagai pihak, baik itu TIM SAR, TNI AL Kota Batam, dan Pemerintah Kepulauan Riau," kata Aryadi, Sabtu (18/6/2022).

Pihaknya juga terus menelusuri identitas korban.

Baca juga: Cerita Keluarga PMI yang Tenggelam di Batam, Pamit Minta Doa Selamat Sebelum Naik Kapal

Baca juga: Nakertrans NTB Akan Memulangkan PMI yang Alami Kecelakaan di Perairan Batam

Agar dapat diketahui tujuan dan pihak pengirim hingga prosedur pemberangkatannya.

"Informasi yang kami peroleh dari tim di lapangan, para korban berangkat tanpa diketahui oleh kades dan kadus, dan kami terus mendalaminya," katanya.

Kapal yang mengangkut 30 orang PMI tersebut bergerak dari pantai Nongsa dengan tujuan Malaysia.

Sebanyak 23 orang yang selamat setelah dievakuasi. Mereka semua merupakan warga asal Lombok, NTB.

"Ada 23 orang yang dapat diselamatkan oleh pihak setempat, kini dilakukan pemulihan kondisi di Lanal Kota Batam," ujar Aryadi.

Para korban berasal dari Lombok Timur 6 orang, Lombok Tengah 15 orang, dan Lombok Barat sebanyak 2 orang.

Menurutnya, proses penyelamatan menjadi prioritas utama.

Penumpang yang belum ditemukan masih dalam proses pencarian oleh TNI AL, Tim SAR dan masyarakat setempat.

Berdasarkan informasi yang didapatkan dari BP2MI, hari Kamis tanggal 16 Juni 2022, sekitar pukul 19.30 WIB, speed boat mesin 200 pk x 2 tersebut menabrak kayu sehingga bocor dan tenggelam.

"Kami telah mendapat arahan dari gubernur NTB dan Wagub untuk memprioritaskan dulu keselamatan dan pemulihan korban pasca musibah tersebut," pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved