DPRD KSB Dorong Industrialisasi Pertanian untuk Tingkatkan Penyerapan Gabah Petani

Harga gabah di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) anjlok karena rendahnya serapan Bulog terhadap hasil penen warga. DPRD KSB mendorong industrialisasi.

Penulis: Galan Rezki Waskita | Editor: Sirtupillaili
TRIBUNLOMBOK.COM/GALAN REZKI WASKITA
Seorang petani menjemur gabah hasil panennya di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Industrialisasi hasil Pertanian KSB diharapkan menjadi wujud pemberdayaan produk pertanian. 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Galan Rezki Waskita

TRIBUNLOMBOK.COM, SUMBAWA BARAT - Sama seperti beberapa daerah di Indonesia, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengalami anjloknya harga gabah. 

Satu di antara penyebabnya adalah daya serap Badan Urusan Logistik (Bulog) yang lebih sedikit dibandingkan jumlah produksi gabah petani. 

Setelah berbagai upaya dilakukan Pemkab KSB dan DPRD KSB kini mendorong adanya industrialisasi hasil gabah petani. 

Baca juga: DPRD KSB Apresiasi Pemda dalam Penanganan Harga Gabah

Baca juga: Pimpinan DPRD KSB Gelar Hearing dengan LSM GERAM

Industri ini diharapkan mampu menjadi wujud pemberdayaan pertanian lokal. 

Dengan adanya industri ini, secara tidak langsung segmentasi produk pertanian terbentuk dengan sendirinya. 

Sejauh ini, industrialisasi tersebut sudah berjalan namun masih dalam kapasitas kecil. 

Industrialisasi itu digerakkan olah sebagian mitra Pemerintah KSB dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kemuning. 

Tentunya kata Abidin, penggerakan industrialisasi harus mampu disokong oleh Pemerintah KSB Kedepannya. 

"Kalau ada mitra kita yang butuh blower misalnya, yang backup lah oleh Pemerintah," ujar Wakil Ketua DPRD KSB Abidin Nasar, Rabu (8/6/2022). 

Baca juga: DPRD KSB Pertegas Status Bendungan Bintang Bano yang Bukan Aset Daerah

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved