PA Selong Gelar Sidang Isbat Nikah di Desa Bilok Petung Sembalun, Sidangkan 190 Pasangan

Pengadilan Agama (PA) Selong Kelas I B menggelar sidang itsbat nikah di Desa Bilok Petung Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur

TribunLombok.com/Ahmad Wawan Sugandika
Pengadilan Agama (PA) Selong Kelas I B menggelar sidang isbat nikah di Desa Bilok Petung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Senin (6/6/2022) 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Pengadilan Agama (PA) Selong Kelas I B menggelar sidang isbat nikah di Desa Bilok Petung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Senin (6/6/2022).

Dua Majelis Hakim diturunkan untuk menyidangkan 190 pasangan suami istri (pasutri).

Masing-masing hakim ini adalah Hj. Mahmudah Hayati, S.Ag., MHI. dan Dr. Imran, S.Ag., MH.

Bertempat di aula kantor desa, wajah para pasutri tampak berseri saat Ketua Majelis Hakim menetapkan pernikahan mereka sah.

Baca juga: 105 Pasutri Siri di Pulau Maringkik Lombok Timur Ikuti Itsbat Nikah Keliling

"Mengabulkan permohonan Pemohon I dan Pemohon II; Menyatakan sah pernikahan antara Pemohon I dan Pemohon II; Memerintahkan Pemohon I dan Pemohon II untuk mencatatkan pernikahannya ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sembalun," demikian amar penetapan yang dibacakan Ketua Majelis.

Kepala Desa Bilok Petung, Rusdi, mengatakan bahwa 190 pasutri itu baru sebagian dari warganya yang menikah di bawah tangan (sirri).

"Ini baru sebagian yang terdata, jumlahnya sudah mencapai 190, masih banyak lagi warganya yang tidak memiliki akta nikah," ucapnya.

"Kami mohon Ibu Ketua PA Selong bersedia mengadakan sidang itsbat nikah kembali di Desa Bilok Petung, karena masih banyak yang ingin memiliki akta nikah,"lanjutnya.

Baca juga: PA Selong Akan Lakukan Sidang Isbat Nikah di Pulau Maringkik, Catat Tanggalnya

Menjawab permintaan Kepala Desa, Ketua PA Selong menegaskan bahwa PA Selong akan terus mengadakan sidang keliling atau sidang di luar gedung pengadilan.

Hal itu juga di khususkan untuk perkara itsbat nikah.

Lebih-lebih bagi masyarakat yang tinggal jauh dari PA Selong, seperti di wilayah Sembalun.

"Itsbat nikah itu untuk menertibkan administrasi kependudukan terhadap pasutri yang menikah di bawah tangan (sirri)," jelasnya.

Akan tetapi, Ketua PA Selong berpesan kepada agar generasi kekinian tidak mengikuti sidang itsbat nikah.

"Anak-anak Bapak-Ibu, jangan ikut-ikutan nikah di bawah tangan, tidak tercatat atau nikah sirri. Cukup Bapak-Ibu saja. Mulai sekarang, anaknya, keponakannya, adiknya, semuanya dinikahkan secara resmi, tercatat di KUA, sehingga punya bukti pernikahan, yaitu akta nikah," pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved