Dewas KPK Minta Niat Baik Dirut Pertamina soal Dugaan Gratifikasi MotoGP Mandalika Lili Pintauli

Nicke diklarifikasi terkait dugaan pemberian gratifikasi dari PT Pertamina berupa fasilitas dan tiket nonton ajang balap MotoGP di Sirkuit Mandalika

kpk.go.id
Logo KPK 

TRIBUNLOMBOK.COM - Pemeriksaan terkait dugaan gratifikasi fasilitas MotoGP Mandalika Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar belum signifikan.

Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) hingga kini belum mendapat penjelasan rinci dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati.

Anggota Dewas KPK Albertina Ho menyebut pihaknya sudah berkirim surat ke Nicke Widyawati.

Baca juga: Pimpinan KPK Lili Pintauli Bakal Diperiksa Dewas Soal Kasus Dugaan Gratifikasi MotoGP Mandalika

Namun Nicke hingga saat ini belum membalas surat tersebut.

"Surat sudah dikirim tanggal 20 Mei 2022, sampai hari ini belum terima balasan dari Pertamina," tutur Albertina Ho dalam keterangannya, Senin (6/6/2022) dilansir Tribunnews.

Albertina menjelaskan, Nicke Widyawati sebenarnya sudah pernah diperiksa pada Rabu (27/4/2022) lalu.

Nicke diklarifikasi terkait dugaan pemberian gratifikasi dari PT Pertamina berupa fasilitas dan tiket nonton ajang balap MotoGP di Sirkuit Mandalika kepada Lili Pintauli Siregar.

Namun, ada beberapa hal yang tidak bisa dijelaskan dengan rinci oleh Nicke saat diklarifikasi tim Dewas KPK.

Saat itu, Nicke berjanji kepada Dewas KPK akan memberikan penjelasan rinci melalui keterangan tertulis, tapi Dewas hingga kini tak kunjung menerima penjelasan tertulis tersebut.

Akhirnya, Dewas bersurat kepada Pertamina karena Nicke telah berjanji akan mengirimkan penjelasannya secara rinci.

Dewas KPK hingga kini masih menunggu keterangan tertulis dari Nicke guna menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran etik Lili Pintauli Siregar.

"Dewas masih menunggu jawaban atau keterangan tertulis dari Dirut Pertamina, karena pada waktu diklarifikasi, ada beberapa hal yang Dirut Pertamina belum dapat memberikan keterangan dan menjanjikan akan memberikan secara tertulis," kata Albertina Ho.

"Namun, sampai hari ini belum diterima Dewas, meskipun Dewas juga telah mengirim surat untuk hal tersebut," sambungnya.

Dewas saat ini masih menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran etik Lili Pintauli Siregar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved