Hari Lingkungan Hidup Sedunia: Pertambangan Dominasi Investasi NTB, Aktivis Lingkungan Angkat Bicara

praktisi lingkungan komunitas Saujana Miftahul Purnama berharap NTB dapat menjadi provinsi yang menggunakan energi ramah lingkungan.

TRIBUNLOMBOK.COM/ROBBYAN ABEL RAMDHON
Suasana asri di kawasan wisata Sesaot, arah menuju pemandian Aiq Nyet. 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Robbyan Abel Ramdhon

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK BARAT – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) yang jatuh pada hari Minggu (5/6/2022), praktisi lingkungan komunitas Saujana Miftahul Purnama berharap NTB dapat menjadi provinsi yang menggunakan energi ramah lingkungan.

Hal itu disampaikannya bersamaan dengan tanggapan mengenai nilai investasi NTB yang mencapai Rp2 triliun pada kuartal 1/2022 yang didominasi sektor tambang dan pariwisata.

Ia berpendapat, meningkatnya besar investasi dana di NTB akan membuat perekonomian daerah meningkat.

Lalu terkait dengan investasi yang didominasi sektor pertambangan, bagi Miftah, sah-sah saja terjadi.

“Karena tergantung orang yang investasinya mau di mana, namun akan sangat baik apabila Provinsi NTB juga dapat mendorong investasi terkait dengan Energi Baru dan Terbarukan (EBT),” jelasnya.

Baca juga: Harga Cabai Tembus Rp63 Ribu di Pasar Kebon Roek, Distanbun NTB Imbau Tanam Cabai Sendiri

Saran tersebut dikemukakanya setelah melihat NTB memiliki potensi EBT yang cukup besar melalui geothermal dan tenaga surya.

Miftah menambahkan, timnya telah Menyusun hipotesa, bahwa jika investasi di EBT lebih didorong, bisa berdampak positif terhadap pariwisata yang ada di NTB.

“Dan bisa membantu Indonesia mencapai net zero emission 2050, serta dapat pula menciptakan lapangan pekerjaan (green jobs),” tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kordinator Earth Hour Mataram Wibisono Setiyoadi mengatakan, investasi besar yang masuk ke NTB pasti meningkatkan perekonomian daerah.

Namun menurutnya, dengan investasi yang didominasi pada pertambangan harus juga ada control lebih terkait dengan AMDAL dan efek yang nantinya akan timbul ke masyarakat dan lingkungan.

Baca juga: UT Mataram Bimbing Bintara Remaja di Polres Sumbawa Barat yang Akan Lanjutkan Studi

Baca juga: Mahasiswa Asal Dompu Diduga Cabuli Balita di Kota Bima, Pelaku dan Korban Masih Keluarga

“Jangan sampai investasi ini melupakan ekologi dan masyarakat yang kena efek buruknya,” tandasnya.

Ia pun menegaskan, berbagai proyek besar ekonomi di NTB harus didorong dengan investasi-investasi kepada Energi Terbarukan (EBT) atau sektor-sektor lain yang mendukung kelestarian alam.

“Yang nantinya akan membuka peluang pekerjaan baru untuk masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Mohammad Rum mengungkapkan realisasi investasi dari PMA (penanaman modal asing) tertinggi pada sektor Sumber Daya Mineral (SDM) senilai Rp1,4 triliun.

Sementara itu, realisasi PMDN pada kuartal I/2022 masih didominasi sektor pertambangan dengan nilai Rp1,05 triliun disusul pariwisata dan ekonomi kreatif Rp604 miliar, dan perindustrian Rp148 miliar.

“Investasi di sektor industry juga mulai tumbuh sesuai dengan target kami untuk menghidupkan industrialisasi di NTB,” ujar Kadis Rum.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved