NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Pakar Kesehatan Sebut Kekebalan Orang Indonesia Terhadap Covid-19 Tinggi

Pakar Biostatistika Epidemiologi Universitas Airlangga (UNAIR) Dr Windhu Purnomo dr MS mengakui, kekebalan tubuh orang Indonesia tergolong tinggi.

Editor: Sirtupillaili
TribunLombok.com/Sirtupillaili
VAKSINASI: Petugas vaksin menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada pelajar di Kota Mataram, NTB, Sabtu (31/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNLOMBOK.COM - Survei yang dilakukan para pakar menunjukkan tingkat kekebalan orang Indonesia terhadap Covid-19 sangat tinggi. 

Kekebalan tubuh orang Indonesia ini terbentuk setelah vaksinasi dilakukan dan akibat terinfeksi Covid-19 itu sendiri. 

Pakar Biostatistika Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) Dr Windhu Purnomo dr MS mengakui, kekebalan tubuh orang Indonesia tergolong tinggi.

Berdasarkan sero-prevalence survey yang dilakukan pemerintah dengan sejumlah universitas.

Sero-prevalence survey dilakukan pada November-Desember 2021, untuk melihat berapa persen masyarakat yang memiliki kekebalan terhadap virus Covid-19.

Baca juga: Menuju Endemi, Ini Ikhtiar NTB Bebas dari Covid-19

Baca juga: 384 JCH Kota Mataram Siap Berangkat Tanggal 20 Juni 2022, Sudah Vaksin Meningitis & Vaksin Covid-19

“Hasilnya, hampir 86,6 persen penduduk Indonesia sudah memiliki kekebalan tubuh. Dan, itu didapatkan dari orang yang sudah melakukan vaksinasi dan terbentuknya kekebalan tubuh karena infeksi dari virus Covid-19,” katanya, dikutip dari laman unair.ac.id.

Pada Maret 2022, sero-prevalence survey kembali diadakan, khusus untuk Pulau Jawa.

Hasilnya, sebanyak 99,2 persen penduduk memiliki kekebalan terhadap virus Covid-19.

Hasil tersebut menjelaskan mengapa kondisi epidemiologi di Indonesia sangat baik.

Jadi, aspek tersebut menjadi dasar pemerintah untuk melonggarkan kebijakan penggunaan masker di luar ruangan.

“Namun, apakah momennya tepat? kalau menurut saya biasanya kan tren pelonjakan kasus baru jelas banget setelah empat minggu pasca-Lebaran atau libur panjang,” katanya.

Empat Minggu Setelah Lebaran

Jadi, semestinya pemerintah perlu menunggu empat minggu untuk melihat apakah terjadi pelonjakan kasus Covid-19.

Meski menunggu, Dr Windhu memprediksi kondisinya akan terus membaik dan tidak ada lonjakan kasus Covid-19 signifikan.

Sebetulnya kebijakan tersebut akan lebih tepat dilaksanakan pada akhir Mei atau awal Juni 2022.

“Sehingga, kalau saran saya sebetulnya kebijakan tersebut dilaksanakan empat minggu pasca lebaran atau pada akhir bulan Mei maupun awal bulan Juni,” pesannya.

(*)


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pakar Kesehatan Unair: Kekebalan Orang Indonesia Terhadap Covid-19 Tinggi.

Sumber: Tribun Lombok
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved