Politik NTB

Rachmat Hidayat, HBK, dan Mohan Mesra, Pengamat: PDIP, Gerindra, Golkar Koalisi di Pilkada NTB 2024

Ibarat Three Musketeers, PDIP NTB , Golkar NTB dan Gerindra NTB sudah membuktikan power politiknya dalam merespon dinamika politik yang ada di NTB.

Editor: Lalu Helmi
Istimewa
Tiga tokoh elit politik Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan pertemuan. Rachmat Hidayat, anggota DPR RI dapil Pulau Lombok asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Haji Bambang Kristiono (HBK) anggota DPR RI partai Gerindra dapil Pulau Lombok, dan Wali Kota Mataram Mohan Roliskana yang juga ketua DPD Partai Golkar NTB bersemuka pada Minggu, (6/2/2022). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Lalu Helmi

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAMLembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 menilai Kemesraan Politik antara Partai Gerindra NTB, PDIP NTB dan Partai Golkar NTB diprediksi akan tetap berlanjut hingga Pilkada Serentak di NTB 2024.

Saat ini publik di NTB sudah melihat kemesraan hubungan politik ketiga parpol yang sudah satu kemestri, saling memahami maksud untuk menyongsong koalisi strategis dalam gelaran Pilkada 2024.

Ibarat Three Musketeers, PDIP NTB , Golkar NTB dan Gerindra NTB sudah membuktikan power politiknya dalam merespon dinamika politik yang ada di NTB.

Baca juga: Paket SUSU Tantang Zul-Rohmi di Pilgub NTB 2024?

Baca juga: Pathul Bahri–Khairul Rizal Didorong Maju di Pilkada Lombok Tengah 2024

Misalnya dalam perubahan AKD ( Alat Kelengkapan Dewan ) di DPRD NTB, ketiga parpol tersebut plus parpol lain di luar parpol koalisi penguasa daerah, berhasil merubah struktur susunan kepemimpinan AKD tanpa perlawanan yg berarti dari Parpol koalisi Penguasa.

Akibatnya secara politik, Mi6 mempredikai akibat insiden politik ini akan merepotkan Pemerintahan Zul-Rohmi ketika harus berurusan untuk mendapatkan legitimasi Politisi oposisi Udayana yg menguasai secara sistematis unsur-unsur pimpinan AKD tersebut.

"Dalam konteks politik Lebih luas, diakui atau tidak, usai pertemuan tiga pucuk pimpinan parpol yakni Mohan Roliskana dan H Bambang Kristiono di kediaman H Rachmat Hidayat merupakan sinyal yang kuat sekaligus test the water tiga parpol itu untuk berjalan seiring dan searah untuk makin menguatkan politik kemanusiaan," Kata Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH kepada Media , Sabtu ( 21/5).

Pria yang kerap disapa Didu ini menambahkan apabila kemesraan ketiga Parpol ini tetap berlanjut hingga Pilkada serentak 2024, maka dipastikan akan ada sharing power politik dalam konstestasi Pilkada serentak di NTB, November 2024 mendatang.

"Dukungan PDIP NTB untuk Rannya Agustyra Kristiono sebagai Calon DPD RI yang juga Puteri tercinta Petinggi Gerindra yakni H Bambang Kristiono harus dimaknai sebagai upaya untuk saling membesarkan dan saling memanusiakan secara politik," ujar didu.

Lebih jauh didu mengulas langkah awal PDIP NTB yang mengusung Rannya Agustyra Kristiono sebagai sinyal awal membangun pondasi awal menuju sharing power politik dalam arti yang sesungguhnya," ujar didu .

Didu menyakini dengan kapasitas dan performance yang dimiliki ketiga tokoh parpol itu akan sulit mencla mencle dan tidak konsisten pada apa yang telah digagas meskipun sebatas obrolan tidak resmi.

"Kabarnya paska pertemuan tiga tokoh di PM 15, ketiga tokoh parpol itu aktif berkomunikasi secara intensif untuk membahas dinamika sosial dan politik yang berkembang di NTB every day," ungkap didu

Platform dan Mapping Kekuasaan Politik

Terkait Platform politik menuju Pilkada serentak di NTB 2024 yang tinggal 2 tahun lagi yang perlu digarisbawahi disini adalah bagaimana ketiga parpol itu yakni PDIP, Golkar dan Gerindra mampu menemukan formula politik yang pas terkait sharing power politik disetiap wilayah di kabupaten/kota di NTB.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved