Berita Lombok Tengah

Kementan RI Tinjau Kasus PMK di Lombok Tengah, Dirjen PKH: Kasus Bisa Disembuhkan, Jangan Khawatir

Terbukti bahwa dari 63 ekor Sapi yang ada disini, 60 ekor dinyatakan telah sembuh," terangnya.

Penulis: Lalu M Gitan Prahana | Editor: Lalu Helmi
TRIBUNLOMBOK.COM/LALU GITAN
Ditjen Perternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (tengah) saat meninjau kandang Peternak di Desa Kelebuh, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah. 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com Lalu M Gitan Prahana

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Dirjen Perternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian RI, Dr Ir Nasrullah meninjau kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak yang terjadi di Desa Kelebuh, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, pada Kamis (19/5/2022).

Usai berkeliling di kandang tempat terjadinya kasus pertama PMK pada hewan ternak di Lombok Tengah, Ditjen PKH memastikan bahwa penanganan penyakit ini berjalan dengan baik dan terkendali.

"Alhamdulillah setelah berbagai gerakan cepat yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama Kementerian Pertanian, terbukti bahwa dari 63 ekor Sapi yang ada disini, 60 ekor dinyatakan telah sembuh," terangnya.

Baca juga: 608 Ekor Sapi di Lombok Tengah Terpapar PMK, Dinas Pertanian: 163 Ekor Sudah Sembuh

Baca juga: Kasus PMK Meningkat, Dinas Keswan Lotim Siapkan Langkah Antisipasi Gejolak Sosial

Sehingga ini merupakan tanda-tanda baik untuk kita semua, bahwa kasus PMK pada ternak ini bisa teratasi.

Artinya dapat disampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia, khusunya para peternak dan masyarakat, bahwa PMK ini bisa disembuhkan.

"Maka jangan panik dan khawatir sebab tingkat kesembuhannya juga cukup tinggi,"

"Ini terbukti bahwa ditempat ini, dari 63 ekor, sisa 3 ekor lagi yang belum sembuh," lanjut Ditjen PKH tersebut.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa penyakit pada hewan ternak tersebut tidak menular ke manusia dan  dagingnya juga masih bisa dikonsumsi.

Sehingga ia menghimbau kepada para peternak jangan sampai menjual sapinya secara tiba-tiba dan dapat merugikan mereka.

"Sebab kami dari Kementerian Pertanian terus turun kelapangan untuk memantau perkembangan dari penyakit ini,"

Selain itu, pihaknya membawa dan memberikan bantuan obat kepada para peternak, guna menanggulangi PMK ini.

"Kami juga telah membuat posko bantuan berupa crisis center, dimana untuk tingkat kabupaten diketuai oleh Bupati, kemudian tingkat provinsi diketuai oleh Gubernur dan ditingkat pusat oleh Menteri Pertanian," terangnya

Dalam hal ini Ditjen Perternakan mewakili Menteri Pertanian, Kadis Perternakan Provinsi mewakili Gubernur dan Kadis Perternakan kabupaten mewakili Bupati.

"Kemudian terkait perlalu lintasan hewan ternak, isolasi dan lain-lain. Itu semua diatur oleh posko masing-masing,"

"Sebab rekan-rekan yang diprovinsi dan kabupatenlah yang tahu kondisi sebenarnya di lapangan," pungkas Dr Ir Nasrullah.

Sumber: Tribun Lombok
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved