NTB

Konsumsi Ikan yang Mati Akibat Limbah, Belasan Warga Bima Keracunan

Istimewa
Seorang warga Desa Lewintana Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima, yang keracunan setelah mengkonsumsi ikan yang mati karena limbah di perairan Teluk Bima. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina

TRIBUNLOMBOK.COM, BIMA - Seorang warga Desa Lewintana Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima, dilarikan ke PKM Soromandi karena alami keracunan. 

Informasi yang diperoleh media, warga bernama Habibah perempuan usia 50 tahun tersebut, keracunan setelah mengonsumsi ikan laut yang diambil saat limbah memenuhi perairan Teluk Bima hari ini. 

"Iya benar, ada satu orang," jawab Kepala Desa (Kades) Lewintana Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima, Hidayat, saat dikonfirmasi via ponsel. 

Baca juga: Walhi NTB Duga Ada Dumping Limbah di Perairan Kota Bima, Pemerintah Harus Sigap & Segera Bertindak!

Baca juga: Pertamina Bekerjasama dengan Para Pihak untuk Meneliti Fenomena di Pantai Lawata Bima

Hidayat mengaku, mendapatkan informasi dari Ketua Rt 01 di mana warga yang keracunan tersebut tinggal. 

"Untuk lebih jelas, bisa langsung hubungi Ketua Rt 01. Soalnya saya juga hanya dapat laporan, belum cek langsung karena sedang sakit, " jelasnya, Rabu (27/4/2022) sekira pukul 22.00 WITA. 

Hidayat berharap, sebagai perwakilan pemerintah di tingkat desa meminta pihak yang berwenang dan terkait dengan persoalan limbah di Teluk Bima, segera memastikan apa sebenarnya. 

Jangan sampai ada simpang siur yang lama, sehingga masyarakat tidak diedukasi. 

"Untuk sementara ini, saya sudah himbau warga saya untuk tidak konsumsi ikan yang diambil tadi siang," tandasnya. 

Selain itu tambahnya, pemdes sudah berkoordinasi dengan PKM Soromandi untuk menyiagakan ambulance jika ada penambahan warga yang keracunan. 

"Ambulance sudah kami siagakan," pungkasnya sembari mengirimkan foto deretan ambulance. 

Dihubungi secara terpisah, Ketua Rt 01 Rw 01 Desa Soromandi, Haris yang dihubungi via ponsel membenarkan hal yang sama. 

"Tadi usai salat ashar, warga yang kebetulan ibu saya ini, mulai merasakan pening-pening," ungkap Haris. 

Kemudian gejala semakin bertambah, yakni muntah-muntah tanpa henti sehingga akhirnya dilarikan ke RSUD. 

Menurut Haris, korban tidak memiliki riwayat alergi mengonsumsi ikan pari, karena selama ini sudah terbiasa menjadikannya sebagai lauk. 

Warga sejak pagi hingga siang, dikagetkan dengan banyaknya ikan pari yang tiba-tiba keluar ke pinggir tepi laut, sehingga berbondong-bondong mengambilnya. 

"Ya ramai tadi, pada ngambil semua. Kami sudah biasa konsumsi ikan pari, tapi baru sekarang keracunan karena kita ambil dari air laut yang pas ada limbah tadi," beber Haris. 

Tidak hanya Habibah, ada 10 warga lain di Desa Lewintana yang juga merasakan gejala keracunan yang sama, yakni kepala pening dan pusing-pusing. 

"Mungkin karena orang tua saya termasuk lansia, jadi gejalanya lumayan parah," aku Haris. 

Hingga saat ini, Habibah masih dirawat karena masih mengalami muntah-muntah.

 

(*)