Ketahui Perbedaan Penyakit Anosmia dan Parosmia, Kenali Penyebabnya

Anosmia (smell blindness) adalah seseorang kehilangan kemampuan untuk mencium bau sebagian maupun secara total.

Istimewa
Apa itu Anosmia? Ini pengertian, penyebab dan cara mengobati anosmia. 

- Efek samping terapi radiasi untuk kanker kepala dan leher
 
- Kondisi medis seperti penyakit alzheimer, parkinson, multiple sclerosis, kurang gizi, gangguan hormon

- Penyakit anosmia bawaan

Selain itu, dilansir oleh Wikipedia penyakit anosmia ini  memiliki faktor usia atau penuaan dan faktor keturunan, sebagai berikut:

Faktor Usia atau Penuaan

- Penurunan serabut saraf dan reseptor di bulbus olfaktorius (olfactory bulb) pada manusia.

Bulbus olfaktorius merupakan bagian penting pada otak yang berperan dalam hal penciuman, karena mengandung reseptor yang berfungsi mendeteksi aroma.

- Hilangnya sel sensorik yang ada di hidung.

- Kerusakan fungsi pemrosesan kognitif sistem saraf pusat.

Faktor Keturunan

Pada kasus anosmia ini ada terjadi karena kelainan genetik (seperti sindrom kallmann atau congenital insensitivity to pain) sehingga kelainan ini disebut dengan anosmia bawaan (congenital anosmia).

Anosmia kongenital adalah suatu kondisi ketika orang dilahirkan dengan ketidakmampuan seumur hidup untuk mencium bau.

Ini dapat terjadi sebagai kelainan terisolasi (tidak ada gejala tambahan) atau dikaitkan dengan kelainan genetik tertentu (seperti sindrom Kallmann atau ketidakpekaan bawaan terhadap rasa sakit).

Anosmia kongenital biasanya terjadi secara sporadis walaupun dalam beberapa kasus dapat terjadi pada keluarga maupun keturunannya.

Hingga kini penyebab pasti anosmia kongenital masih belum diketahui, dan juga cara pengobatannya masih belum ada.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved