Investasi Green Banking Menjanjikan, BNI Ekspansi Green Banking Hingga Rp 6,1 triliun

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI terus mendorong potensi green banking seiring dengan peningkatan tren investasi bisnis hijau.

Penulis: Jimmy Sucipto | Editor: Sirtupillaili
Dok. Istimewa
Pegawai PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI, yang sedang melayani pelanggan. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Jimmy Sucipto

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAMPT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI terus mendorong potensi green banking seiring dengan peningkatan tren investasi bisnis hijau.

BNI mencatat Rp 6,1 triliun pipeline korporasi kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan pada kuartal pertama tahun 2022.

Sebagian besar telah disalurkan dan sedang menjalani proses perjanjian kredit.

Segmen Green Banking yang mendapat penyaluran kredit antara lain adalah sektor energi terbarukan, pembangunan gedung berwawasan lingkungan, serta transportasi ramah lingkungan.

Direktur Corporate Banking BNI Silvano Rumantir dalam rilisnya menyampaikan, tren investasi perlahan mulai membaik pada awal tahun ini.

Kenaikan khususnya dari segmen debitur korporasi berwawasan lingkungan.

Baca juga: Bumdes Terintegrasi Bank Sampah, Upaya DPMPD Dukcapil Prov NTB Wujudkan Zero Waste

Selain memberikan prioritas kepada debitur melaksanakan kegiatan usaha berkelanjutan, BNI juga memandang banyak proyek berpotensi yang dapat mendukung sumber pertumbuhan kinerja kredit BNI tahun ini.

“Pertumbuhan green banking awal tahun ini cukup bagus” ucap Silvano.

Di tahun ini, BNI pun tetap melanjutkan dukungan kebijakan pemerintah dan OJK dalam pemberian insentif hijau kepada debitur yang menurunkan emisi karbon.

Baca juga: BNI Xpora Gandeng ICC Indonesia untuk Mendorong UMKM Go Global

Penurunan itu bisa berupa penurunan suku bunga, pelonggaran waktu pinjaman maupun penambahan fasilitas kredit bagi debitur yang termasuk pada sektor hijau.

Silvano menuturkan perseroan mengimplementasikan pendekatan green economy melalui Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) Bank.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain, pertama, integrasi keuangan berkelanjutan pada sektor industri secara bertahap.

Kedua, perseroan proaktif meningkatkan pemahaman aspek Lingkungan Sosial dan Tata Kelola (LST) untuk pegawai sekaligus nasabah dan debitur.

Ketiga, BNI sendiri telah memiliki program atau produk konsumtif yang termasuk Kriteria Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB) dan terus dioptimalkan.

Keempat, penerapan keuangan berkelanjutan dalam manajemen risiko untuk menjamin kesinambungan pertumbuhan bisnis green banking.

“Terakhir, BNI terus ekspansi kredit kepada sektor-sektor yang termasuk dan terkait dengan dengan green & sustainable banking.”

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved