Bulan Ramadhan

Awasi Pangan Selama Ramadhan, Loka POM Bima Temukan Makanan Kadaluwarsa

Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Bima, mendatangi pusat-pusat penjualan pangan yang ada di Bima dan Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Penulis: Atina | Editor: Lalu Helmi
Istimewa
Loka POM Bima saat memeriksa sejumlah panganan yang beredar di pasar-pasar Bima. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Bima, mendatangi pusat-pusat penjualan pangan yang ada di Bima dan Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hasilnya, Loka POM menemukan sejumlah makanan yang sudah kadaluwarsa pada retail-retail pangan tradisional.

Sejak awal puasa, Loka POM Bima bersama dengan lintas sektor terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, pihak Pasar dan aparat Kepolisian melakukan intensifikasi pengawasan (inwas) pangan di wilayah Kabupaten Dompu dan Bima.

Baca juga: Pengadaan Ternak dan Alat Ibadah di Setda Kota Bima Senilai Ratusan Juta Disorot

Baca juga: APBD Kota Bima Terindikasi Anomali Oleh Kemenkeu, Kadis PPKAD Berjanji Segera Cek Penyebabnya

"Selama puasa, Inwas pangan yang kita lakukan sudah dua tahap," kata Kepala Loka POM Kabupaten Bima, Basuki Murdi Hartono, Senin (11/4).

Ia mengaku, tahap pertama inwas dilakukan di wilayah Kabupaten Dompu yang dimulai tanggal 30 sampai dengan 31 Maret 2022.

Sedangkan Inwas tahap dua, dilakukan di Kabupaten Bima pada tanggal 5 sampai dengan 6 April 2022.

"Inwas di Kabupaten Dompu dipusatkan di pasar raya Dompu. Sementara di Kabupaten Bima dipusatkan di pasar Tente Kecamatan Woha," ujarnya.

Basuki Murdi menyebut total sarana yang diawasi pada dua pasar tersebut, yakni sebanyak 18 sarana ritel pangan tradisional, dengan 4 sarana tidak memenuhi ketentuan dan 14 sarana yang memenuhi ketentuan.

Selain panganan pada ritel, Loka POM juga melakukan pengujian takjil berbuka puasa dengan jumlah sampel sebanyak 54 sampel yang terdiri dari es, kudapan, lauk pauk, hingga olahan daging.

"Hasilnya tidak ditemukan bahan berbahaya seperti borak, rhodamin, metanil yellow dan formalin," ujarnya.

Meski demikian Basuki Murdi mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap melakukan cek kemasan, label, izin edar hingga kadaluwarsa (KLIK) pada pangan olahan terkemas yang akan dikonsumsi.

"Saat membeli makanan pangan yang akan dikomsumsi warga harus tetap cek KLIK," pungkasnya.

 

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved