NTB

Tak Hanya Penolakan Presiden 3 Periode, Mahasiswa Juga Kecam Kenaikan BBM

TRIBUNLOMBOK.COM/AHMAD WAWAN SUGANDIKA
Aksi unjuk rasa IMM di depan gedung DPRD Lombok Timur. 

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM,LOMBOK TIMUR - Di balik aksi penolakan presiden tiga periode, mahasiswa diberbagai daerah juga menyuarakan protes kerasnya terhadap kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Diketahui harga BBM partamax itu di harga Rp12.500 per liternya.

Seperti yang dilakukan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur hari ini Senin (10/4/2022).

Baca juga: Mahasiswa Unram Ini Garap UTS di Tengah Aksi Demonstrasi 11 April di Kantor DPRD NTB

Baca juga: Demonstrasi 11 April, Pria Ini Nekat Naik ke Air Mancur Kolam Bundaran Patung Kuda Seorang Diri

Demonstrasi itu di barengi dengan keinginan mahasiswa untuk memberikan usulannya tentang bagaimana seharusnya DPRD Lombok Timur bersikap tentang kenaikan BBM tersebut.

"Kita ingin memberikan masukan untuk DPRD dalam hal bagaimana mengantisispasi masalah kenaikan BBM ini," jelas kordinator lapangan dan ketua bidang politik dan kebijakan publik IMM Lombok Timur Ar Yandis.

Harapnya DPRD bisa hadir di setiap masalah-masalah kerakyatan terutama sekali BBM.

"Fungsi Agregasi kepentingan milik DPRD Harus dimaksimalkan, dimana seharusnya DPRD hadir sebagai lembaga yang menyalurkan aspirasi masyarakat ke pusat," tegasnya.

Aksi yang berlangsung pukul 12.00 WITA itu selanjutnya di terima dengan baik olek ketua DPRD Lombok Timur Murnan.

Selanjutnya masa aksi dipersilahkan masuk untuk melakukan musyawarah lanjutan.

"Selaku perwakilan perasaan kita sama terkait kondisi bangsa, baik itu kenaikan BBM, dan sebagainya," ungkap Murnan.

Iapun menjanjikan dukungan penuh kepada masa aksi atas upaya-upaya yang telah dilakukannya.

Menurutnya hal itu adalah mereka lakukan atas dasar bentuk kepedulian mereka terhadap rakyat dan juga bangsa.

Aksi demontrasi inipun setelahnya berjalan dengan aman, dengan kesepakatan dukungan penuh yang telah ditanda tangani oleh ketua DPRD Lombok Timur.