NTB

Dua Desa di Bima Bersitegang Dipicu Aksi Pelemparan: Warga Saling Sweeping, Satu Rumah Terbakar

ISTIMEWA
Ilustrasi blokade jalan di wilayah Kabupaten Bima. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina

TRIBUNLOMBOK.COM, BIMA - Dua desa di Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (NTB), yakni Desa Roi dan Desa Roka Kecamatan Belo bersitegang, Sabtu (9/4/2022).

Akibatnya, satu rumah panggung hangus terbakar yang terletak di perbatasan dua desa tersebut dan pemilik mengalami kerugian puluhan juta.

Dari informasi yang dihimpun, awalnya pada hari Sabtu sekitar pukul 13.00 WITA terjadi blokade jalan yang dilakukan warga Desa Roi menggunakan batu, tanah, ban bekas, dan kayu.

Baca juga: Warga Bima Terdampak Angin Puting Beliung 224 Jiwa, Bantuan Tanggap Darurat Belum Diberikan

Baca juga: Bukannya Bekerja, Buruh Panggul di Bima Ini Malah Cabuli Anak Bosnya 

Blokade dilakukan menuntut pelaku pelemparan yang terjadi pada Jumat 8 April 2022 ditangkap.

Pelemparan itu telah mengakibatkan tiga warga desa setempat terluka dan menduga pelakunya berasal dari Desa Roka.

Dari aksi blokade ini, kemudian berlanjut dengan aksi saling sweeping warga yang lewat dan hingga berujung pada aksi pembakaran rumah pada pukul 20.30 WITA.

Warga di kedua desa bersitegang, sama-sama berkonsentrasi di jalan untuk bersiaga.

Polisi kemudian berhasil memukul mundur warga dari kedua desa, yang sudah saling ingin menyerang.

Informasinya, Kapolres Bima AKBP Heru Sasongko turun langsung menemui warga di kedua desa sekitar pukul 00.00 WITA.

Sayangnya, hingga saat ini belum ada satu pun pihak Polres Bima yang bisa dikonfirmasi.

TribunLombok.com yang mencoba hubungi bagian Humas Polres Bima, tapi tidak mendapatkan jawaban.

Pesan singkat yang dikirim via WhatsApp hanya dibaca tanpa ada balasan apapun.

Di sisi lain, telah beredar data yang menjelaskan kronologi kejadian dan menyebutkan pihak warga mana yang bertikai dengan jelas dan runut.

Sementara itu, Camat Palibelo Darwis yang dikonfirmasi via ponsel membenarkan adanya kejadian blokade jalan hingga berujung pembakaran satu unit rumah tersebut.

"Iya benar, berawal dari kasus pelemparan kemudian blokade jalan. Ada rumah yang terbakar juga, dekat dengan tower itu," akunya.

Namun kondisi terkini sudah aman dan jalan yang diblokade sudah dibuka kembali.

Menurut Darwis, Kapolres Bima sudah meyakinkan kepada warga akan segera mengungkap pelaku pelemparan sehingga tidak membias pada masalah baru lagi.

"Kapolres sudah yakinkan warga, sehingga dihimbau untuk menyerahkan masalah pelemparan itu ke polisi. Sekarang situasi sudah aman dan terkendali," pungkasnya. (*)