Islamic Center NTB Nonaktifkan Eskalator Usai Kejadian Bocah 9 Tahun Terjepit

anak-anak yang masih belum menikmati shalat tarawih dengan durasi yang cukup lama seperti di Islamic Center NTB perlu pengawasan dari orang tua

Penulis: Laelatunni'am | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM/LAELATUNNI'AM
Eskalator Islamic Center NTB tempat insiden anak laki-laki yang kakinya terjepit kini dinonaktifkan, Kamis (7/4/2022). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Laelatunni'am

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Kepala Islamic Center NTB Syarif Hidayatullah menanggapi kejadian bocah 9 tahun terjepit eskalator Masjid Hubbul Wathan.

Syarif menyampaikan, anak-anak yang masih belum menikmati shalat tarawih dengan durasi yang cukup lama seperti di Islamic Center NTB perlu pengawasan dari orang tua.

Supaya anak-anak tersebut tidak mencari pengalihan yang lain atau pergi bermain-main di area masjid terlebih ada eskalator.

Baca juga: Bocah 9 Tahun Terjepit di Eskalator Masjid Islamic Center NTB, Begini Kronologinya

Baca juga: Curhat Remaja Masjid Islamic Center NTB Siapkan Takjil Buka Puasa: Bahagia Lihat Jamaah Lepas Dahaga

Seorang bocah 9 tahun terjepit eskalator saat salat tarawih di Islamic Center NTB, Rabu (6/4/2022).

Akibatnya, kaki bocah laki-laki ini luka parah sehingga harus dirawat di rumah sakit.

"Kita memahami niat baik orang tua ingin mengenalkan anak-anak pada masjid dan ingin menjadikan mereka anak-anak yang salih, akan tetapi ini perlu pengawasan yang ketat dari orang tua ketika berada di area Islamic Center," papar Syarif Kamis (7/4/2022).

Syarif juga menyampaikan pesan kepada orang tua yang membawa anak-anak usia bermain.

Dia menyarankan untuk lebih baik salat tarawih di rumah.

"Kejadian ini menjadi pelajaran kita bersama supaya ketika membawa anak-anak yang masih belum paham aturan untuk benar-benar diperhatikan," kata dia.

Menurutnya, banyak hal dapat membuat celaka di area eskalator diakibatkan keteledoran.

Syarif berpesan kepada jamaah perempuan untuk berhati-hati ketika menggunakan eskalator.

"Jamaah perempuan juga harus diperhatikan gamis, rok ataupun mukenah yang digunakan ketika naik eskalator, karena itu juga berpotensi untuk terjepit," tambah Syarif.

Pascakejadian bocah terjepit itu, eskalator di sisi kiri tidak dioperasikan lagi dalam jangka waktu yang belum ditentukan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved